Dua Orang Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Larantuka
Tiga korban masih dirawat di RSUD Larantuka setelah kecelakaan di Bukit Fatimah, Sandominggo, pada 29 September 2026 sekitar pukul 18.30 WITA. Dua orang meninggal.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Larantuka — Tiga korban kecelakaan lalu lintas masih menjalani perawatan di RSUD Larantuka pada Rabu, 30 September 2026, setelah kecelakaan di Bukit Fatimah, Sandominggo, pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 18.30 WITA.
Kecelakaan tunggal itu melibatkan kendaraan yang bergerak dari Sandominggo menuju Pantai Besar, Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Kendaraan tersebut kehilangan tenaga saat menanjak, bergerak mundur, lalu terguling masuk jurang.
Peristiwa itu menyebabkan dua orang meninggal dunia. Satu korban mengalami luka berat dan empat korban mengalami luka ringan. Tiga korban yang masih dirawat menjadi bagian dari penanganan medis setelah warga mengevakuasi para korban ke RSUD Larantuka.
Tiga korban masih dirawat di Flores dan Lembata
Lokasi kejadian berada di Pulau Flores, Kabupaten Flores Timur. Laporan rumah sakit menyebut tiga orang masih dirawat di RSUD Larantuka. Satu korban luka ringan telah pulang atas permintaan sendiri.
Pengemudi kendaraan, Ruben Riantoby, dan penumpang, Tarsisia Dai Kitti, meninggal dunia. Laporan kepolisian yang dikutip media menyebut satu korban mengalami luka berat, satu korban mengalami luka ringan, dan tiga orang lainnya tidak mengalami luka.
Perbedaan rincian jumlah luka ringan dalam laporan menunjukkan bahwa pembaruan kondisi korban perlu dibaca bersama konteks waktu pelaporan. Fakta yang sama dalam laporan-laporan tersebut adalah dua korban meninggal dan tiga korban masih mendapat perawatan di RSUD Larantuka.
Warga sekitar memberikan pertolongan setelah kecelakaan dan membawa para korban ke rumah sakit. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan tindakan lanjutan aparat setelah evakuasi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
NTT Perkuat Pengendalian Penyakit Darah Pisang di Flores Timur dan Lembata
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT memperkuat koordinasi pengendalian penyakit darah pisang pada 23 September 2026 setelah serangan dilaporkan d…
Paling ramai di Hukum

Baca juga





