NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Sumba Timur Perkuat Desa Wisata dan Promosi Terpadu

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memperkuat pengembangan desa wisata, promosi terpadu, dan perbaikan infrastruktur pariwisata. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan tercatat 41.524 orang, menurut data pemerintah daerah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Kupang — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kunjungan dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di daerah itu. Strategi ini dijalankan melalui penguatan desa wisata, promosi terpadu, serta perbaikan infrastruktur dasar pariwisata menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur, Yudi Umbu Rawambaku, menyatakan pengembangan desa wisata menjadi salah satu fokus utama karena menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata. Pendekatan community-based tourism diterapkan dengan memadukan pelestarian budaya, penguatan ekonomi lokal, dan pengelolaan lingkungan.

Penguatan desa wisata dan promosi

Menurut Yudi, Sumba Timur saat ini memiliki 14 desa wisata yang terbagi dalam tiga klasifikasi, yakni desa wisata alam, desa wisata budaya, dan desa wisata bahari. Pengembangan dilakukan melalui pelatihan bagi pelaku usaha lokal, peningkatan peran perempuan, serta upaya memperluas akses bagi penyandang disabilitas dan kelompok marjinal.

Promosi destinasi desa wisata dan objek unggulan dilakukan melalui pemanfaatan media sosial dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media dan pelaku industri pariwisata. Upaya ini sejalan dengan kebijakan smart branding yang tercantum dalam dokumen analisis strategis smart city Kabupaten Sumba Timur, yang menekankan pembangunan destinasi yang layak bagi wisatawan serta penyediaan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, transportasi, dan akomodasi.

Pemerintah daerah juga mendorong promosi destinasi unggulan yang tercatat paling banyak dikunjungi wisatawan sepanjang 2025, yakni Pantai Walakiri, jejeran Bukit Tanarara, dan Air Terjun Tanggedu. Bukit Tanarara meliputi beberapa titik lanskap perbukitan yang menjadi lokasi favorit untuk foto dan menikmati pemandangan savana.

Tren kunjungan wisatawan

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melaporkan total kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 mencapai 41.524 orang, terdiri atas 36.242 wisatawan nusantara dan 5.282 wisatawan mancanegara. Angka tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong pariwisata berkelanjutan di wilayah itu. Data itu menunjukkan pemulihan sektor pariwisata setelah terdampak pandemi.

Dalam lima tahun terakhir, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur mencatat tren peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Data yang disampaikan pada 2025 menunjukkan jumlah tamu hotel mancanegara dan domestik di Sumba Timur terus naik sejak 2021 dan 2022. Pemerintah daerah menargetkan pendapatan sektor pariwisata meningkat dengan memperkuat kesadaran wisata dan kualitas layanan bagi pengunjung.

Konsep sadar wisata dan pelayanan menjadi perhatian dinas terkait. Kepala Dinas Pariwisata Sumba Timur menekankan pentingnya tiga hal dalam pengembangan pariwisata: apa yang dapat dilihat wisatawan, apa yang dapat dinikmati, serta bagaimana pelayanan yang mereka terima, termasuk kesan baik yang dibawa pulang. Prinsip ini diintegrasikan dalam berbagai program pengembangan destinasi dan pelibatan masyarakat.

Infrastruktur dan layanan dasar

Dokumen analisis strategis smart city Kabupaten Sumba Timur menyebutkan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan program untuk membangun dan mengembangkan destinasi wisata yang layak bagi pengunjung. Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur yang mendukung kenyamanan wisatawan, seperti perbaikan akses jalan menuju objek wisata, penyediaan fasilitas dasar di lokasi kunjungan, dan pengembangan amenitas seperti akomodasi dan layanan transportasi.

Pemerintah daerah juga mendorong sinergi dengan sektor lain untuk menunjang pariwisata, termasuk kebijakan pengembangan wilayah, tata ruang, dan penguatan kelembagaan lokal. Pendekatan ini diharapkan mendukung pengembangan paket perjalanan yang lebih terstruktur di berbagai kawasan di Sumba Timur, mulai dari pantai, desa wisata, hingga kawasan perbukitan.

Sejumlah destinasi di Sumba Timur disebut akan terus dikembangkan dengan mengutamakan partisipasi masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan pelestarian budaya lokal. Pemerintah daerah melihat pariwisata sebagai salah satu sektor yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang kerja baru bagi warga setempat.

Sumber

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.