NTT Hari Ini

Jumat, 9 Oktober 2026

Topi Rote Ti’i Langga: Bahan, Makna, dan Penggunaannya

Topi Rote atau Ti’i Langga adalah penutup kepala anyaman daun lontar dengan jambul khas. Fungsinya melampaui aksesori: ia hadir dalam busana, upacara, dan penghormatan adat masyarakat Rote Ndao.

Oleh

· 3 menit baca

Topi Rote yang dikenal sebagai Ti’i Langga adalah penutup kepala tradisional masyarakat Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Topi ini dianyam dari daun lontar dan dikenali melalui tepi lebar serta jambul tegak di bagian atas. Bagi masyarakat Rote, Ti’i Langga berkaitan dengan busana adat, penghormatan, dan identitas budaya.

Apa itu topi Rote?

Ti’i Langga merupakan topi khas masyarakat Rote. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyebutnya sebagai penutup kepala dari daun lontar yang dikeringkan, dengan bentuk menyerupai topi sombrero. Istilah ini juga digunakan untuk menyebut topi kehormatan laki-laki Rote.

Bentuknya terdiri atas bagian kepala dan tepian yang melebar, dengan jambul atau tonjolan yang berdiri di bagian atas. DetikBali menjelaskan bahwa jambul itu menjadi ciri utama Ti’i Langga dan tingginya 40-60 sentimeter, menurut laporan 2025.

Dari bahan apa Ti’i Langga dibuat?

Bahan utamanya adalah daun lontar muda yang dikeringkan lalu dianyam. Daun lontar berasal dari pohon lontar, atau Borassus flabellifer, yang banyak digunakan dalam kerajinan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Proses pembuatannya dimulai dengan memilih dan menjemur daun lontar. Daun kemudian dibelah dalam ukuran yang sama dan dianyam hingga membentuk bagian topi serta jambul. Laporan Detik.com pada 2019 menyebut pembuatan satu topi dapat berlangsung hingga dua hari.

Apa makna jambul pada topi Rote?

Jambul Ti’i Langga dikaitkan dengan keperkasaan, kehormatan, dan kepemimpinan laki-laki Rote. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menjelaskan bahwa bentuk menjulangnya melambangkan hubungan manusia dengan langit dan leluhur.

Rincian simbolik jambul perlu dibaca sesuai sumbernya. DetikBali menulis bahwa jambul memiliki sembilan tingkatan dan lekukan yang dikaitkan dengan jumlah kerajaan atau nusak di Pulau Rote, menurut laporan 2025.

Kapan topi Rote digunakan?

Ti’i Langga dipakai sebagai bagian dari pakaian tradisional laki-laki Rote dan hadir dalam kegiatan adat. Situs Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyebut topi ini digunakan dalam upacara adat, pernikahan, kematian, dan perayaan.

Topi ini juga dapat muncul dalam pertunjukan tari tradisional dan prosesi penyambutan tamu. Pada September 2026, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melaporkan pemberian Ti’i Langga dan kain adat kepada rombongan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT sebagai bentuk penghormatan adat.

Apakah Ti’i Langga hanya aksesori?

Tidak. Selain berfungsi sebagai penutup kepala, Ti’i Langga menjadi penanda identitas budaya Rote dan bagian dari tata penghormatan dalam acara adat. Karena itu, bentuk, bahan, dan penggunaannya tidak terpisah dari tradisi masyarakat Rote Ndao.

Ringkasnya, “topi Rote” merujuk pada Ti’i Langga: topi anyaman daun lontar dengan jambul khas, yang digunakan terutama dalam busana dan prosesi adat masyarakat Rote.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.