Wagub NTT Dorong Kolaborasi Hadapi Lima Tantangan Pembangunan
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma menyebut lima tantangan pembangunan dan mendorong keterlibatan banyak pihak dalam forum di Kupang.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma menekankan perlunya keterlibatan banyak pihak untuk menangani lima tantangan pembangunan dalam forum Friends of NTT: General Audience, 5 Minutes Presentation and Matchmaking 2026 di Hotel Harper Kupang, Jumat, 2 Oktober 2026. Laporan mengenai agenda tersebut diterbitkan pada 5 Oktober 2026.
Tantangan yang disebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemiskinan ekstrem, keterbatasan konektivitas infrastruktur, perubahan iklim, dan kebencanaan. RRI melaporkan forum itu mempertemukan organisasi perangkat daerah dengan 52 lembaga mitra pembangunan.
Kolaborasi diarahkan untuk menyinergikan kebutuhan prioritas daerah dengan dukungan teknis, pembiayaan, teknologi, inovasi, dan riset. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur juga mendorong optimalisasi pembiayaan non-anggaran pendapatan dan belanja daerah serta pemanfaatan pengetahuan, pengalaman, sumber daya, dan jejaring mitra.
Kolaborasi menentukan pemerataan pembangunan di Nusa Tenggara Timur
Informasi ini penting bagi pembaca di setiap wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur karena tantangan pembangunan berlangsung lintas pulau dan kabupaten. Laporan yang tersedia menyebut agenda pembangunan untuk 22 kabupaten/kota, tetapi tidak memerinci program khusus untuk Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, atau Alor.
Forum tersebut menggunakan tema Dasa Cita ke-10, Ayo Bangun NTT, Kolaborasi Bersama. Menurut laporan RRI, pemerintah provinsi selanjutnya akan membangun thematic partnership agar kerja sama antarpihak berkembang menjadi ekosistem pembangunan yang berkelanjutan dan memberi dampak lebih merata bagi masyarakat.
Laporan Pos-Kupang menyebut 52 mitra pembangunan aktif terdiri atas 23 organisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat lokal, 12 organisasi nonpemerintah internasional, serta lembaga bilateral, multilateral, dan filantropi lainnya. Rincian itu menjadi konteks bagi ajakan Wakil Gubernur agar pembangunan tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Undana Bebaskan UKT Mahasiswa Asal Flores Terdampak Gempa
Undana membentuk satuan tugas dan posko, mengirim lima tim ke wilayah terdampak, serta menyiapkan dua tim tambahan. Kampus juga membebaskan UKT satu s…
Terbaru di Headline NTT

Berita utama hari ini

Baca juga





