Wakil Bupati Sabu Raijua Tekankan Cegah Stunting dari Hulu
Wakil Bupati Sabu Raijua Thobias Uly menegaskan penanggulangan stunting di daerahnya harus dilakukan secara terpadu dan dimulai dari hulu, dengan penekanan pada pencegahan dan kerja lintas sektor.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Sabu Raijua — Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., menegaskan penanggulangan stunting di daerah itu harus dilakukan secara terpadu dan dimulai dari hulu, bukan menunggu hingga anak mengalami stunting.
Pernyataan tersebut dimuat dalam pemberitaan resmi pemerintah kabupaten yang terhubung dengan laman profil Bupati dan Wakil Bupati. Dalam keterangan itu, Thobias Uly menyoroti pentingnya pencegahan sejak awal agar gangguan tumbuh kembang anak dapat dihindari melalui kerja bersama lintas sektor.
Dalam pemberitaan yang sama disebutkan bahwa pemerintah daerah mendorong pendekatan “dimulai dari hulu” sebagai dasar penanganan stunting. Frasa tersebut merujuk pada perlunya intervensi dilakukan sebelum persoalan gizi dan pertumbuhan muncul pada anak.
Tekanan pada pencegahan dan kerja terpadu
Menurut penjelasan resmi, Wakil Bupati menekankan bahwa penurunan angka stunting memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari keluarga hingga organisasi perangkat daerah. Upaya pencegahan disebut sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan satu instansi.
Dalam sebuah kegiatan kerja sama pemerintah daerah dengan Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua pada Mei 2023, Thobias Uly menyampaikan bahwa pencegahan dan percepatan penurunan stunting merupakan kerja semua pemangku kepentingan, dari ibu rumah tangga, petani, guru, pegawai, polisi, hingga tentara. Ia mendorong peserta kegiatan mengambil peran memberikan edukasi dan informasi positif di lingkungan masing-masing.
Pernyataan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah kabupaten sebelumnya yang menekankan perlunya koordinasi dan intervensi lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting, antara lain melalui kegiatan rembuk stunting dan inovasi daerah yang melibatkan berbagai perangkat daerah.
Perkembangan angka stunting di Sabu Raijua
Dokumen perencanaan daerah dan laporan penyelenggaraan pemerintahan menunjukkan bahwa Sabu Raijua termasuk kabupaten dengan fokus pada penurunan stunting. Dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah 2021–2026, pemerintah mencatat prevalensi balita stunting sebesar sekitar 31,40 persen pada 2020 dan menargetkan penurunan bertahap hingga angka satu digit.
Laporan kinerja instansi pemerintah tahun 2022 dan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2023 menggambarkan tren penurunan. Berdasarkan pemantauan status gizi di 63 desa dan kelurahan, persentase balita stunting turun dari sekitar 29,5 persen pada Februari 2021 menjadi 25,5 persen pada Agustus 2021, lalu 18,1 persen pada Agustus 2022, dan mencapai sekitar 17,12 persen pada Februari 2023.
Namun, angka tersebut masih berada di atas target prevalensi stunting yang ditetapkan pemerintah kabupaten untuk 2023, yakni 10 persen. Dalam laporan tersebut, capaian 17,12 persen dikategorikan rendah tetapi belum memenuhi sasaran yang direncanakan.
Dokumen laporan kinerja pemerintahan daerah tahun 2025 juga mencatat indikator outcome berupa prevalensi stunting balita. Dalam perhitungan itu, terdapat 1.568 balita dengan panjang atau tinggi badan di bawah standar dari total 7.143 balita yang diukur, dengan capaian sekitar 21,95 persen.
Langkah pencegahan dari hulu
Pernyataan Wakil Bupati tentang perlunya penanggulangan stunting “dimulai dari hulu” memperkuat posisi pencegahan sebagai bagian utama agenda penurunan stunting di Sabu Raijua. Arahan itu sejalan dengan kebijakan sebelumnya yang mendorong intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta pelibatan lintas sektor.
Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya edukasi kepada keluarga dan masyarakat, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta koordinasi perangkat daerah untuk memastikan intervensi tepat sasaran.
Seiring tren penurunan prevalensi stunting beberapa tahun terakhir, arahan Wakil Bupati untuk memperkuat pencegahan dari hulu menjadi bagian dari upaya mempertahankan dan mempercepat penurunan kasus stunting di kabupaten kepulauan itu.
Sumber
Berita berikutnya

Apremoi Dethan Bangkitkan Lagi Otomotif Rote Ndao Lewat Grasstrack
Setelah vakum sejak 2019, olahraga otomotif di Rote Ndao kembali bergerak.

