70 Kelompok di Lembata Terima Bantuan Alat Pertanian
Sebanyak 70 kelompok penerima manfaat di Kabupaten Lembata memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor, pompa, alat semprot, mesin pakan, mesin tepung, dan kotak pendingin ikan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Lewoleba — Peralatan produksi sektor tani diserahkan kepada 70 kelompok penerima di Kabupaten Lembata pada 24 September 2026. Kegiatan dalam rangkaian Hari Tani Nasional itu diarahkan untuk memudahkan kerja di lahan dan memperkuat pengolahan hasil milik kelompok.
Program tersebut menggabungkan anggaran daerah dengan penyaluran melalui aspirasi anggota DPR RI. Daftar sarana yang diberikan meliputi traktor besar dan kecil, pompa air, penyemprot manual, pengolah pakan ternak, penepung, serta wadah pendingin bagi hasil tangkapan ikan.
Dari pemerintah kabupaten, paketnya terdiri atas tujuh traktor beroda empat, lima traktor beroda dua, dan 25 penyemprot.
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq meminta penerima mengubah dukungan itu menjadi tambahan kapasitas pengolahan lahan, hasil produksi, dan ketahanan pangan. Menurut pemerintah daerah, manfaatnya harus terlihat dalam pekerjaan kelompok setelah seremoni penyerahan selesai.
Pengelolaan bersama menjadi bagian penting sesudah alat diterima. Setiap kelompok perlu menyepakati giliran penggunaan, kontribusi untuk pemeliharaan, dan catatan kondisi sarana supaya masa pakainya panjang serta aksesnya tidak terkonsentrasi pada sedikit anggota.
Ketua Tani Merdeka Indonesia Cabang Lembata, David Vigis, menilai mekanisasi bisa meringankan pekerjaan fisik sekaligus menekan ongkos produksi. Ia mengingatkan bahwa aset kelompok harus dijaga dan tidak boleh dialihkan kepada pihak lain.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Lembata, Ade Hasan Yusup, berharap dukungan tersebut memacu kerja petani di lapangan. Hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh kecakapan operator, pemeliharaan berkala, dan kecocokan setiap mesin dengan kebutuhan setempat.
Pemantauan pascapenyerahan akan membantu mengukur dampaknya. Data jam operasi, luas lahan yang ditangani, gangguan teknis, dan ongkos perawatan dapat menunjukkan apakah sarana itu benar-benar meningkatkan kemampuan produksi petani Lembata.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
NTT Perkuat Pengendalian Penyakit Darah Pisang di Flores Timur dan Lembata
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT memperkuat koordinasi pengendalian penyakit darah pisang pada 23 September 2026 setelah serangan dilaporkan d…
Terbaru di Flores
Berita utama hari ini

Baca juga





