NTT Hari Ini

Minggu, 27 September 2026

Enam Titik KNMP Mulai Dibangun di Lembata

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Lembata dimulai pada 24 September 2026 melalui peletakan batu pertama di TPI Kampung Nyamuk. Program ini mencakup enam titik.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Teluk Waienga - protected bay of Lembata island, Solor Archipelago, Indonesia.
Foto arsip: Teluk Waienga - protected bay of Lembata island, Solor Archipelago, Indonesia. · Foto: Marek Ślusarczyk ( Tupungato ) Photo gallery / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

Lembata — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Lembata resmi dimulai pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan itu ditandai penekanan tombol sirene dan peletakan batu pertama di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kampung Nyamuk, Kelurahan Lewoleba Tengah.

Program tahun 2026 mencakup enam titik pembangunan yang tersebar di lima kecamatan. Salah satu lokasi berada di Kampung Nyamuk, Kecamatan Nubatukan. Lokasi lainnya adalah Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung. Tiga lokasi lain berada di Desa Pante Harapan, Tapolango, Wailolong, dan Balauring, dengan wilayah kecamatan masing-masing.

Kepala Dinas Perikanan Lembata Hadi Umar menyebut enam titik tersebut berada di kawasan pesisir dengan aktivitas perikanan masyarakat. Program ini merupakan bagian dari agenda Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif.

Enam lokasi memperkuat kawasan pesisir Lembata

Pembangunan KNMP diarahkan untuk mendukung sarana perikanan, kelembagaan koperasi, kegiatan hulu-hilir, dan akses pasar nelayan. Fasilitas yang dirancang mencakup penyimpanan hasil tangkapan, unit pengolahan ikan, perbengkelan, serta kebutuhan energi.

Kawasan tersebut juga mencakup gudang beku, pabrik es, bengkel kapal, sentra kuliner, dan kios perbekalan nelayan. Rangkaian fasilitas itu ditujukan untuk menghubungkan kegiatan nelayan, koperasi, pengolahan hasil, dan pasar.

Pembangunan mencakup Kecamatan Nubatukan, Nagawutung, Wulandoni, Lebatukan, dan Omesuri. Pemerintah Kabupaten Lembata meminta pekerjaan diselesaikan tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Bagi pembaca di Pulau Lembata, proyek ini berkaitan langsung dengan sarana produksi, penyimpanan, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan. Perkembangan pekerjaan di enam lokasi menjadi informasi penting bagi nelayan dan pelaku usaha pesisir.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.