Erupsi Ili Lewotolok Membuat Bandara Wunopito Tetap Tutup
Bandara Wunopito di Kabupaten Lembata masih ditutup sejak 1 September 2026. Kepala bandara menyebut penutupan terjadi karena dampak erupsi Gunung Ili Lewotolok.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Lewoleba — Bandara Wunopito di Kabupaten Lembata masih ditutup pada Sabtu, 26 September 2026. Kepala Bandara Wunopito, Sudarmana, menyatakan penutupan berlangsung sejak 1 September 2026 karena bandara terdampak erupsi Gunung Ili Lewotolok.
Penutupan menghentikan sementara aktivitas penerbangan di bandara tersebut. Laporan RRI pada 7 September 2026 menyebut penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah abu vulkanik Gunung Lewotolok menyebar. Saat itu, tidak ada jadwal penerbangan di Bandara Wunopito.
Bandara Wunopito melayani kawasan Lewoleba, Kabupaten Lembata, di Pulau Lembata. Dampak erupsi terhadap operasional bandara berbeda dari informasi penerbangan di wilayah lain, sehingga pembaruan dari otoritas bandara dan maskapai menjadi rujukan bagi calon penumpang.
Penutupan Bandara Wunopito berdampak langsung pada mobilitas Lembata
Abu vulkanik dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Karena itu, operasional bandara dihentikan sementara ketika sebaran abu mencapai kawasan bandara. Laporan yang terbit pada 10 September 2026 juga menyebut Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level II atau Waspada dan mencantumkan rekomendasi agar masyarakat tidak memasuki radius bahaya di sekitar pusat aktivitas gunung.
Informasi lanjutan mengenai pembukaan bandara belum disebutkan dalam laporan yang tersedia. Penumpang perlu memeriksa pengumuman terbaru dari Bandara Wunopito atau maskapai sebelum menuju bandara.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Olahraga
KONI Lembata Targetkan Sasana Tinju Melahirkan Atlet Nasional
KONI Lembata menargetkan Lembata Boxing Camp Lewoleba melahirkan petinju berprestasi hingga tingkat nasional. Sasana itu diresmikan pada September 202…
Terbaru di Kepulauan
Baca juga





