NTT Hari Ini

Sabtu, 26 September 2026

Erupsi Ili Lewotolok Berdampak pada 5.816 Keluarga di Lembata

Erupsi Gunung Ili Lewotolok pada 25 September 2026 berdampak pada 5.816 keluarga di 26 desa Lembata. Status gunung masih Waspada dan belum ada evakuasi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah yang kering dan pecah-pecah dilihat dari atas.
Ilustrasi: Permukaan tanah yang kering dan pecah-pecah dilihat dari atas. · Foto: Polina Hedzenko / Pexels

Lembata — Erupsi Gunung Ili Lewotolok pada Jumat, 25 September 2026, berdampak pada 5.816 keluarga di 26 desa yang berada di Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata menyatakan dampak erupsi mencakup warga, lingkungan permukiman, dan aktivitas sehari-hari. Hujan abu serta pasir melanda permukiman di dua kecamatan tersebut. Air warga tercemar, sementara sebagian warga mulai mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Status Gunung Ili Lewotolok masih Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum menaikkan status gunung menjadi Siaga. Karena itu, belum ada evakuasi warga dan belum diterbitkan perintah siaga darurat atau tanggap darurat.

Dampak di Lembata perlu diikuti per kabupaten

Dampak erupsi tidak merata di seluruh wilayah. Dua kecamatan di Kabupaten Lembata menjadi wilayah terdampak. Informasi jumlah keluarga terdampak membantu pemerintah dan warga memetakan kebutuhan air bersih, perlindungan pernapasan, serta pemantauan permukiman.

BPBD mencatat 26 desa terdampak. Sebanyak 19.998 jiwa turut terdampak. Angka keluarga dan jiwa menunjukkan skala dampak sosial, meski belum ada evakuasi karena status gunung masih Waspada.

Erupsi pada 25 September 2026 menghasilkan kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Peristiwa itu terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 4 detik pada pukul 10:44 WITA. Masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung dan pendaki, diminta tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas. Untuk sektor selatan dan tenggara, batas tersebut menjadi 3 kilometer.

Warga juga diimbau menggunakan masker serta melindungi tempat penampungan air dari abu vulkanik. Belum ada evakuasi lanjutan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.