NTT Hari Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026

NTT Dorong IP300 2027 dengan Penguatan Irigasi Pertanian

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT menargetkan IP300 pada 2027. Indeks Pertanaman naik dari 1,15 pada 2025 menjadi 1,18 pada 2026, dengan irigasi dan mekanisasi sebagai pengungkit.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan petak-petak sawah berair di bawah langit cerah berawan.
Ilustrasi: Pemandangan petak-petak sawah berair di bawah langit cerah berawan. · Foto: Tom Fisk / Pexels

Kupang — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong peningkatan Indeks Pertanaman menuju IP300 pada 2027 melalui penguatan irigasi dan mekanisasi pertanian. Dorongan itu dibahas dalam dialog interaktif Kupang Menyapa yang disiarkan RRI Pro 1 Kupang pada 2026.

Data yang dipaparkan dalam dialog menunjukkan Indeks Pertanaman Nusa Tenggara Timur naik dari 1,15 pada 2025 menjadi 1,18 pada 2026. IP300 merupakan pola pertanaman yang memungkinkan satu lahan ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

Penerapannya tidak dapat dilakukan seragam di seluruh wilayah. Ketersediaan air, jaringan irigasi, kondisi lahan, dan kalender tanam berbeda antardaerah. Peningkatan frekuensi tanam diarahkan terutama ke wilayah dengan dukungan sumber air yang memadai.

Irigasi menentukan peluang tiga kali tanam di NTT

Di Pulau Timor, Kabupaten Kupang, pengelolaan irigasi menjadi bagian penting untuk memperluas pola tanam. Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II sebelumnya menyebut jaringan irigasi air tanah dapat membantu lahan tadah hujan meningkatkan panen hingga tiga kali dalam setahun. Di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, penguatan jaringan irigasi air tanah juga diarahkan untuk memperluas layanan ke lahan pertanian.

Untuk wilayah Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, serta Alor, laporan yang tersedia tidak memuat angka capaian Indeks Pertanaman atau rincian program IP300 per kabupaten. Karena itu, angka provinsi tidak digunakan untuk menyimpulkan kondisi masing-masing pulau dan kabupaten.

Strategi yang disebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mencakup pengelolaan air yang lebih efisien, perbaikan infrastruktur irigasi, pengaturan kalender tanam, serta pemanfaatan teknologi. Benih padi berumur genjah dapat mempersingkat masa pertumbuhan.

Mekanisasi juga diarahkan untuk mengurangi jeda antar-musim tanam. Peralatan yang disebut meliputi traktor pengolah tanah, mesin tanam padi, dan mesin panen. Pelaksanaannya tetap membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan dukungan kelompok tani.

Target berikutnya adalah penerapan IP300 pada wilayah yang memiliki potensi sumber air dan dukungan infrastruktur memadai pada 2027.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.