Bandara Ende Tetap Beroperasi, tetapi Penerbangan Bisa Berubah
Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende tetap terbuka setelah gempa Laut Flores. Namun, penerbangan Wings Air sempat dibatalkan dan jadwalnya ditentukan melalui evaluasi maskapai.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende tetap beroperasi setelah gempa Laut Flores pada Agustus 2026. Yang sempat berubah adalah penerbangan Wings Air: maskapai itu membatalkan delapan penerbangan mulai 15 Agustus, sedangkan keputusan pembatalan berada pada maskapai, bukan penutupan bandara, menurut RRI, 2026.
Apakah Bandara Ende ditutup?
Tidak. Kepala Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Hariyanto, menyatakan operasional bandara tetap berjalan seperti biasa setelah gempa mengguncang Flores dan wilayah sekitarnya, menurut RRI, 2026.
Pernyataan itu disampaikan pada 18 Agustus 2026 untuk meluruskan informasi mengenai penghentian sementara penerbangan dari dan menuju Ende. Bandara tetap melayani aktivitas penerbangan, sementara keputusan pembatalan menjadi kewenangan maskapai, menurut RRI, 2026.
Mengapa ada penerbangan yang batal?
Wings Air membatalkan delapan penerbangan dari dan menuju Bandara H. Hasan Aroeboesman mulai 15 Agustus 2026. RRI melaporkan pembatalan itu dilakukan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Laut Flores, Nusa Tenggara Timur, dan setelah maskapai memeriksa serta mengevaluasi kondisi lapangan.
Pembatalan tersebut bersifat sementara dan disebut sebagai langkah mitigasi. Jadi, status bandara dan status penerbangan perlu dibedakan: bandara dapat tetap terbuka, sementara maskapai menyesuaikan atau membatalkan jadwal, menurut RRI, 2026.
Sampai kapan penerbangan disesuaikan?
Laporan Radar Indonesia News pada 19 Agustus 2026 menyebut seluruh penerbangan di Bandara Ende dibatalkan hingga 20 Agustus 2026 sebagai bagian dari penyesuaian pascagempa. Laporan yang sama menyebut bandara lain di Flores menerapkan jadwal berbeda.
Perbedaan tanggal itu menunjukkan bahwa jadwal penerbangan ditentukan berdasarkan evaluasi dan kebijakan masing-masing maskapai. Informasi pembatalan atau perubahan jadwal tidak otomatis berarti fasilitas bandaranya ditutup.
Apa yang harus diperiksa penumpang?
Penumpang yang terdampak pembatalan diminta mengikuti informasi resmi dari maskapai terkait jadwal, pengembalian tiket, atau penjadwalan ulang, menurut RRI, 2026. Status operasional bandara dan status penerbangan harus dikonfirmasi secara terpisah.
Untuk konteks perjalanan di Flores, Radar Indonesia News melaporkan pada 19 Agustus 2026 bahwa Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan penyesuaian jadwal, sementara Bandara Frans Sales Lega Ruteng mengalami pembatalan penerbangan Wings Air hingga 22 Agustus 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Sumba
Wagub NTT Tinjau Warga Terdampak Gempa Sumba Barat Daya
Johni Asadoma meninjau warga terdampak gempa di dua desa Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya, pada 15 Oktober 2026. Satu warga luka ringan dan pe…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga




