NTT Hari Ini

Sabtu, 17 Oktober 2026

Mengapa Deflasi Nusa Tenggara Timur September 2026 Terjadi

Badan Pusat Statistik mencatat deflasi bulanan Nusa Tenggara Timur sebesar 0,35 persen pada September 2026. Penurunan terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Bawang merah dan cabai ditata beralaskan kardus di atas tanah.
Ilustrasi: Bawang merah dan cabai ditata beralaskan kardus di atas tanah. · Foto: Zingks photography 📸 / Pexels

Kupang — Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi bulanan sebesar 0,35 persen pada September 2026. Badan Pusat Statistik menyampaikan angka itu dalam rilis pada awal Oktober 2026.

Deflasi September melanjutkan penurunan harga bulanan setelah Nusa Tenggara Timur mencatat deflasi sebesar 0,40 persen pada Agustus 2026. Penurunan indeks harga terjadi pada empat dari sebelas kelompok pengeluaran.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyebab dominan. Kelompok ini turun sebesar 1,04 persen dan memberi andil minus 0,38 persen terhadap deflasi bulanan. Data tersebut menggambarkan tekanan harga konsumen yang lebih rendah pada September, meski perkembangan harga tidak seragam di setiap kelompok pengeluaran.

Deflasi 0,35 persen menahan kenaikan harga bulanan

Bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor, angka provinsi ini menjadi konteks untuk membaca perubahan harga kebutuhan rumah tangga. Deflasi bulanan berarti tingkat harga secara agregat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, bukan berarti seluruh barang dan jasa mengalami penurunan harga.

Di sisi lain, Nusa Tenggara Timur tetap mencatat inflasi tahun kalender sebesar 1,29 persen hingga September 2026. Inflasi tahunan atau year-on-year mencapai 2,67 persen. Dengan demikian, penurunan harga pada September berlangsung dalam kondisi harga yang secara tahunan masih lebih tinggi.

Rilis BPS juga menyebut kenaikan harga emas perhiasan sebagai pendorong utama inflasi tahunan. Karena itu, pembacaan data perlu membedakan tiga ukuran: perubahan bulanan, akumulasi sejak awal tahun, dan perubahan dibandingkan September tahun sebelumnya.

Rincian yang tersedia belum menguraikan angka deflasi secara terpisah untuk setiap pulau atau kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Data yang dilaporkan merupakan angka agregat provinsi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.