Mengapa Deflasi Nusa Tenggara Timur September 2026 Terjadi
Badan Pusat Statistik mencatat deflasi bulanan Nusa Tenggara Timur sebesar 0,35 persen pada September 2026. Penurunan terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Oleh Pandi Muktar
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi bulanan sebesar 0,35 persen pada September 2026. Badan Pusat Statistik menyampaikan angka itu dalam rilis pada awal Oktober 2026.
Deflasi September melanjutkan penurunan harga bulanan setelah Nusa Tenggara Timur mencatat deflasi sebesar 0,40 persen pada Agustus 2026. Penurunan indeks harga terjadi pada empat dari sebelas kelompok pengeluaran.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyebab dominan. Kelompok ini turun sebesar 1,04 persen dan memberi andil minus 0,38 persen terhadap deflasi bulanan. Data tersebut menggambarkan tekanan harga konsumen yang lebih rendah pada September, meski perkembangan harga tidak seragam di setiap kelompok pengeluaran.
Deflasi 0,35 persen menahan kenaikan harga bulanan
Bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor, angka provinsi ini menjadi konteks untuk membaca perubahan harga kebutuhan rumah tangga. Deflasi bulanan berarti tingkat harga secara agregat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, bukan berarti seluruh barang dan jasa mengalami penurunan harga.
Di sisi lain, Nusa Tenggara Timur tetap mencatat inflasi tahun kalender sebesar 1,29 persen hingga September 2026. Inflasi tahunan atau year-on-year mencapai 2,67 persen. Dengan demikian, penurunan harga pada September berlangsung dalam kondisi harga yang secara tahunan masih lebih tinggi.
Rilis BPS juga menyebut kenaikan harga emas perhiasan sebagai pendorong utama inflasi tahunan. Karena itu, pembacaan data perlu membedakan tiga ukuran: perubahan bulanan, akumulasi sejak awal tahun, dan perubahan dibandingkan September tahun sebelumnya.
Rincian yang tersedia belum menguraikan angka deflasi secara terpisah untuk setiap pulau atau kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Data yang dilaporkan merupakan angka agregat provinsi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Olahraga
157 Atlet dari 22 Provinsi Ikuti Divisioning Atletik PESONAS II di Kupang
Divisioning atletik dan sepak bola mini PESONAS II 2026 dimulai di Kota Kupang pada 15 Oktober. Atletik melibatkan 157 atlet dari 22 provinsi.
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





