NTT Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026

Bawaslu TTU Perkuat Pengawasan Demokrasi Bersama Wartawan

Bawaslu Timor Tengah Utara berdiskusi dengan wartawan di Kefamenanu pada 12 Oktober 2026. Mereka membahas politik uang, hoaks, dan netralitas aparatur sipil negara.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Buku catatan spiral, pena, secangkir kopi hitam, dan laptop terbuka di atas meja kayu.
Ilustrasi: Buku catatan spiral, pena, secangkir kopi hitam, dan laptop terbuka di atas meja kayu. · Foto: Sora Shimazaki / Pexels

Kefamenanu — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara menggelar rapat dan diskusi bersama wartawan dari Ikatan Wartawan Timor Tengah Utara (INTAN TTU) pada Senin, 12 Oktober 2026, di Kantor Bawaslu TTU.

Pertemuan di Timor ini membahas pengawasan proses demokrasi dan sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan pemilu. Isu yang dibicarakan meliputi penyebaran berita bohong atau hoaks, praktik politik uang, serta netralitas aparatur sipil negara.

Ketua dan komisioner Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Utara hadir bersama Ketua dan anggota INTAN TTU. Ketua Bawaslu TTU Martinus Kolo mengatakan forum tersebut digunakan untuk menjaring masukan, kritik, dan informasi dari lapangan sebagai bahan evaluasi lembaga.

Menurut Martinus, wartawan memiliki akses terhadap berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Karena itu, Bawaslu TTU membutuhkan dukungan pers untuk menyampaikan informasi mengenai dugaan pelanggaran pemilu. Partisipasi publik dinilai penting dalam memperkuat pengawasan demokrasi.

Ketua INTAN TTU Stefanus Kosat menyebut netralitas aparatur sipil negara, praktik politik uang, dan penyebaran hoaks sebagai isu yang berpotensi memengaruhi kualitas pelaksanaan pemilu. Ia juga menekankan peran wartawan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan membantu masyarakat agar tidak terprovokasi.

Pengawasan demokrasi membutuhkan informasi dari Timor Tengah Utara

Forum ini relevan bagi pembaca di Timor karena pengawasan pemilu tidak hanya berlangsung di dalam lembaga pengawas. Informasi dari wartawan dan masyarakat dapat membantu Bawaslu mengenali potensi pelanggaran, terutama isu politik uang, netralitas aparatur sipil negara, dan hoaks.

Masukan dari wartawan juga menjadi bahan evaluasi terhadap persoalan yang ditemukan selama tahapan pemilu sebelumnya. Bawaslu TTU menyatakan penguatan pengawasan diperlukan untuk menghadapi tahapan pemilu mendatang.

Dalam diskusi itu, wartawan didorong terus menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada publik. Masyarakat juga diingatkan untuk berperan dalam melaporkan dugaan pelanggaran melalui saluran pengawasan yang tersedia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Timor

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.