Kopdit Pintu Air Bantu Pulihkan Usaha Mebel Warga Boru
Kopdit Pintu Air mendampingi Robertus Wujo Lewoirak memulihkan usaha mebel di Desa Boru setelah terdampak erupsi Lewotobi. Warga menyiapkan ritual adat meminta hujan.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Larantuka — Kopdit Pintu Air membantu Robertus Wujo Lewoirak memulihkan usaha mebelnya di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, setelah terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki pada November 2024. Keterangan itu dimuat Ekorantt.com pada 31 Oktober 2026.
Robertus merintis usaha mebel sejak tahun 1993. Ia bergabung dengan Kopdit Pintu Air Cabang Boru pada tahun 2020 dan memperoleh pinjaman Rp20 juta untuk membeli pohon mahoni yang menghasilkan tujuh kubik kayu. Pesanan kursi, meja, dan lemari datang dari sekolah serta warga desa sekitar.
Erupsi membuat bengkel Robertus terdampak material vulkanik dan usahanya mati suri selama berbulan-bulan. Ia bersama keluarga sempat mengungsi ke perbatasan Flores Timur-Sikka, lalu dipindahkan ke Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena. Empat bulan setelah mengungsi, Robertus kembali ke kampung untuk menghidupkan bengkelnya.
Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Robertus tidak bekerja karena mematuhi aturan adat. Warga Desa Boru menyiapkan ritual adat untuk meminta hujan menjelang musim tanam. Ia juga masih memperbaiki atap bengkel yang rusak akibat material vulkanik.
Pemulihan usaha berlangsung di Flores Timur
Robertus menyebut pesanan pelanggan berkurang sejak 2024 sampai 2026. Sebagian desa di kecamatan itu masih mengungsi dan akan direlokasi. Usaha mebel tetap menjadi sumber penghidupan ketika perputaran ekonomi melemah akibat bencana erupsi.
Kopdit Pintu Air disebut tidak menagih angsuran kepada anggota yang terdampak. Robertus telah melunasi angsurannya sejak tahun 2023. Cabang Boru juga direlokasi sementara dari Dusun Kampung Baru, Desa Boru, ke Desa Konga, Kecamatan Titehena akibat bencana erupsi.
Manajer Kopdit Pintu Air Cabang Boru, Yohanes Fransiskus, menyatakan dukungan dan pelayanan bagi anggota terus diberikan. Cabang itu memiliki 4.144 anggota dan tetap beroperasi meski terdampak bencana.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
Telkomsel Targetkan Perbaikan Jaringan Flores Timur dan Lembata November
Telkomsel menargetkan perbaikan gangguan jaringan di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata selesai pada November 2026. Gangguan berlangsung ham…
Terbaru di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga





