NTT Hari Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026

Kopdit Pintu Air Bantu Pulihkan Usaha Mebel Warga Boru

Kopdit Pintu Air mendampingi Robertus Wujo Lewoirak memulihkan usaha mebel di Desa Boru setelah terdampak erupsi Lewotobi. Warga menyiapkan ritual adat meminta hujan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang mengebor kayu di atas meja kerja yang dipenuhi berbagai perkakas pertukangan dari sudut atas.
Ilustrasi: Seseorang mengebor kayu di atas meja kerja yang dipenuhi berbagai perkakas pertukangan dari sudut atas. · Foto: Anastasia Shuraeva / Pexels

Larantuka — Kopdit Pintu Air membantu Robertus Wujo Lewoirak memulihkan usaha mebelnya di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, setelah terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki pada November 2024. Keterangan itu dimuat Ekorantt.com pada 31 Oktober 2026.

Robertus merintis usaha mebel sejak tahun 1993. Ia bergabung dengan Kopdit Pintu Air Cabang Boru pada tahun 2020 dan memperoleh pinjaman Rp20 juta untuk membeli pohon mahoni yang menghasilkan tujuh kubik kayu. Pesanan kursi, meja, dan lemari datang dari sekolah serta warga desa sekitar.

Erupsi membuat bengkel Robertus terdampak material vulkanik dan usahanya mati suri selama berbulan-bulan. Ia bersama keluarga sempat mengungsi ke perbatasan Flores Timur-Sikka, lalu dipindahkan ke Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena. Empat bulan setelah mengungsi, Robertus kembali ke kampung untuk menghidupkan bengkelnya.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Robertus tidak bekerja karena mematuhi aturan adat. Warga Desa Boru menyiapkan ritual adat untuk meminta hujan menjelang musim tanam. Ia juga masih memperbaiki atap bengkel yang rusak akibat material vulkanik.

Pemulihan usaha berlangsung di Flores Timur

Robertus menyebut pesanan pelanggan berkurang sejak 2024 sampai 2026. Sebagian desa di kecamatan itu masih mengungsi dan akan direlokasi. Usaha mebel tetap menjadi sumber penghidupan ketika perputaran ekonomi melemah akibat bencana erupsi.

Kopdit Pintu Air disebut tidak menagih angsuran kepada anggota yang terdampak. Robertus telah melunasi angsurannya sejak tahun 2023. Cabang Boru juga direlokasi sementara dari Dusun Kampung Baru, Desa Boru, ke Desa Konga, Kecamatan Titehena akibat bencana erupsi.

Manajer Kopdit Pintu Air Cabang Boru, Yohanes Fransiskus, menyatakan dukungan dan pelayanan bagi anggota terus diberikan. Cabang itu memiliki 4.144 anggota dan tetap beroperasi meski terdampak bencana.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.