NTT Hari Ini

Minggu, 1 November 2026

BMKG Ingatkan Nusa Tenggara Timur Masih Relatif Kering

BMKG memperingatkan potensi kondisi relatif kering di Nusa Tenggara Timur pada 25 Oktober hingga 2 November 2026. Penyesuaian tanam dan cadangan air diperlukan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah merah yang kering dan pecah-pecah.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah merah yang kering dan pecah-pecah. · Foto: Alfo Medeiros / Pexels

Ende — BMKG menyebut Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur berpotensi mengalami kondisi relatif kering pada 25 Oktober hingga 2 November 2026. Kondisi ini perlu menjadi dasar pengaturan tanam dan pengelolaan air di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Dalam laporan BMKG, pertumbuhan awan hujan diprakirakan signifikan di sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi. Sebaliknya, tiga wilayah tersebut masih berpotensi relatif kering. Informasi ini menjadi peringatan bagi daerah yang mengandalkan hujan dan jaringan irigasi untuk sawah.

BMKG mendorong penyesuaian kalender tanam berdasarkan prediksi musim di setiap wilayah. Jaringan irigasi dan cadangan air juga perlu disiapkan, terutama di daerah yang masih mengalami kekeringan. Pada sentra pangan yang berpeluang mengalami hujan tinggi, kesiapan menghadapi banjir dan genangan tetap diperlukan.

Kondisi kering dapat menekan sawah dan cadangan air

Risiko bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor tidak sama karena kondisi hujan dan ketersediaan air dapat berbeda antarpulau dan antarkabupaten. Karena itu, kalender tanam tidak seharusnya diputuskan hanya berdasarkan kondisi umum Nusa Tenggara Timur.

BMKG juga menyatakan kondisi kering dapat mempercepat pengeringan vegetasi dan meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Pengelola sawah perlu memantau pasokan irigasi, sementara pemerintah daerah perlu memastikan cadangan air tersedia sebelum kebutuhan meningkat.

Perkiraan BMKG untuk periode 25 Oktober hingga 2 November 2026 bukan berarti seluruh wilayah akan mengalami kondisi yang sama setiap hari. Pemantauan cuaca dan informasi iklim tetap diperlukan untuk menentukan waktu tanam, mengatur penggunaan air, serta menyiapkan respons apabila hujan lebat memicu genangan di sentra pangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.