BMKG Ingatkan Warga Timor Waspadai Potensi Longsor
BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat NTT terhadap potensi longsor akibat hujan lokal di tengah musim kemarau. Warga diminta mengenali tanda pergerakan tanah.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Timor — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di Nusa Tenggara Timur meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi tanah longsor akibat hujan lokal pada 15 Oktober 2026.
BMKG menyebut hujan lebat yang turun secara lokal tetap dapat terjadi di tengah musim kemarau. Risiko meningkat di kawasan lereng dan wilayah dengan kondisi tanah yang rentan. Hujan berintensitas tinggi dapat mengubah kondisi tanah serta memicu pergerakan material di lereng.
Warga di sekitar perbukitan dan lereng diminta memperhatikan perubahan lingkungan saat hujan deras. Tanda bahaya yang perlu dikenali meliputi retakan tanah yang semakin melebar, rembesan air baru, dan pergerakan tanah.
Warga Timor perlu mengenali tanda longsor sejak dini
Peringatan ini relevan bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di kawasan lereng di Timor. Ancaman tidak harus muncul setelah hujan merata di seluruh Nusa Tenggara Timur. Hujan lokal di satu kawasan dapat cukup untuk meningkatkan risiko pada tanah yang rentan.
Warga diminta tidak bertahan di sekitar lereng yang menunjukkan tanda pergerakan tanah. Jika kondisi membahayakan, masyarakat perlu segera menjauh menuju lokasi yang lebih aman dan mengikuti arahan petugas setempat.
BMKG terus memperbarui informasi cuaca dan iklim berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi Info BMKG dan kanal informasi resmi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Perairan NTT
BMKG memperingatkan gelombang hingga 4 meter pada 12–15 Oktober 2026. Perairan selatan NTT dan Sabu–Raijua disebut berpeluang mengalami gelombang 1,25…
Paling ramai di Timor

Baca juga




