BNPB Catat Pengungsi Gempa Flores Turun Menjadi 46.461 Jiwa
BNPB mencatat pengungsi gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, turun menjadi 46.461 jiwa per 15 September 2026. Data itu menunjukkan pemulihan berjalan, tetapi pendataan rumah rusak dan layanan dasar warga masih belum tuntas.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah warga yang masih mengungsi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur turun menjadi 46.461 jiwa per Selasa, 15 September 2026. BNPB menyebut angka itu jauh di bawah fase awal penanganan yang sempat mencapai lebih dari 150 ribu jiwa.
Dalam konferensi pers daring di Jakarta pada hari yang sama, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penurunan itu menunjukkan jumlah pengungsi terus berkurang seiring penanganan darurat dan pemulihan. Sejumlah laporan media yang mengutip pernyataan BNPB juga mencatat korban meninggal akibat gempa ini terdiri atas 48 korban meninggal langsung dan 94 orang meninggal di pengungsian.
BNPB masih memvalidasi data kerusakan rumah. Data yang dikutip media menunjukkan 103.427 rumah perlu pendataan ulang, mencakup rumah rusak berat, sedang, dan ringan. Pendataan itu disebut melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Badan Pusat Statistik untuk memastikan penerima bantuan perbaikan rumah terverifikasi dan tidak tumpang tindih.
Pemulihan rumah dan layanan dasar
Laporan situasi Humanitarian Forum Indonesia yang merangkum data sementara BNPB per 14 September mencatat 60.574 orang masih mengungsi dan 98.986 rumah rusak. Laporan itu juga menyebut banyak warga memilih bertahan di sekitar rumah dengan tenda atau terpal, bukan langsung kembali ke bangunan yang rusak.
Dalam survei di 143 lokasi pada 35 kecamatan di tujuh kabupaten, laporan yang sama mencatat kebutuhan pemulihan masih meliputi hunian, air bersih, sanitasi, pangan, kesehatan, dan akses pasar. IHCP menyebut 86,01 persen lokasi belum memiliki ruang privasi yang memadai, sementara keluhan kesehatan yang tercatat meliputi ISPA, penyakit kulit, dan infeksi saluran cerna di sejumlah titik pengungsian.
Laporan itu juga menyebut 42 lokasi belum menerima bantuan pangan saat survei dilakukan, serta kerusakan pada 157 fasilitas kesehatan dan 2.147 fasilitas pendidikan. BNPB belum merilis rincian pengungsi 46.461 jiwa menurut kabupaten dalam bahan yang diperiksa, sehingga sebaran terbaru warga di tiap titik pengungsian belum terurai lebih jauh.
Sumber
Berita berikutnya
Pemkab Manggarai Perpanjang Tanggap Darurat Gempa hingga 28 September
Pemerintah Kabupaten Manggarai memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung 15 hingga 28 September 2026.
Baca juga


