BMKG Peringatkan Gelombang Hingga 3,5 Meter di Perairan NTT
BMKG Maritim Tenau Kupang memprakirakan gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur pada 17–20 September 2026. Gelombang tertinggi hingga sekitar 3,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Selatan Sumba.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang memprakirakan gelombang laut hingga 3,5 meter di Perairan Selatan Sumba dalam periode 17–20 September 2026.
Menurut laporan RRI Kupang yang mengutip informasi BMKG, prakiraan tinggi gelombang ini berlaku mulai Kamis, 17 September 2026 pukul 08.00 WITA sampai Minggu, 20 September 2026 pukul 08.00 WITA.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut di Nusa Tenggara Timur untuk memperhatikan kondisi angin dan gelombang selama masa prakiraan tersebut.
Menurut RRI Kupang, angin di wilayah NTT umumnya bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 10–35 knot, dan kecepatan angin yang tinggi dapat meningkatkan risiko gelombang di sejumlah perairan.
Imbauan serupa disampaikan dalam laporan Akurat.co yang merujuk prakiraan BMKG Tenau Kupang. Media itu menyebut BMKG memprakirakan gelombang kategori sedang dan tinggi di perairan NTT selama tiga hari mulai 18 September 2026.
Wilayah dengan gelombang sedang dan tinggi
RRI Kupang memberitakan bahwa pada 17–18 September 2026, gelombang kategori sedang dengan tinggi lebih dari 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di sejumlah perairan.
Wilayah tersebut meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Pantar, Perairan Selatan Flores, Perairan Selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, serta Perairan Sabu-Raijua.
Daftar yang dikutip media itu juga mencakup Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor-Rote, dan perairan Taman Nasional Komodo.
Untuk kategori gelombang tinggi, yaitu lebih dari 2,5 hingga 3,5 meter, RRI Kupang melaporkan bahwa BMKG memprakirakan potensi tersebut terjadi di Perairan Selatan Sumba pada 17–18 September dan masih berlanjut pada 18–19 September 2026.
Akurat.co menulis bahwa BMKG Tenau Kupang memprakirakan gelombang tinggi dengan kisaran lebih dari 2,5 hingga 3,5 meter di Perairan Selatan Sumba dalam periode 18–20 September 2026 mulai pukul 08.00 WITA.
Untuk periode 19–20 September 2026, RRI Kupang menyebut tidak ada wilayah yang masuk kategori gelombang tinggi, tetapi gelombang sedang diprakirakan masih terjadi luas di perairan NTT.
Menurut laporan tersebut, pada 19–20 September gelombang sedang berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, Perairan Utara Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, dan Perairan Selatan Sumba.
Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Sabu-Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta Perairan Selatan Timor-Rote juga disebut sebagai wilayah yang perlu diwaspadai karena masih berada dalam kategori gelombang sedang.
Imbauan bagi pengguna jasa laut
BMKG melalui laporan yang dikutip RRI Kupang dan Akurat.co mengingatkan bahwa kecepatan angin yang dapat mencapai 35 knot dan gelombang hingga sekitar 3,5 meter perlu menjadi pertimbangan sebelum nelayan berangkat atau kapal berlayar.
Pengguna jasa transportasi laut dan masyarakat pesisir diimbau menyesuaikan aktivitas di laut dengan kondisi aktual, serta memantau pembaruan informasi cuaca maritim dari BMKG selama periode prakiraan.
BMKG juga meminta agar masyarakat tidak hanya mengandalkan prakiraan awal, karena kondisi cuaca dan gelombang dapat berubah dalam rentang waktu prakiraan.
Informasi resmi dari BMKG Maritim Tenau Kupang dan kanal BMKG lainnya diminta menjadi rujukan utama sebelum dan selama perjalanan laut.
Sumber
Berita berikutnya
Kantor DPRD Rusak Akibat Gempa, Sidang Dipindah ke Lobi dan Tenda
Ruang sidang utama DPRD Manggarai Timur dinyatakan zona merah setelah gempa M 7,7 pada 15 Agustus 2026. Sidang paripurna dan rapat komisi dipindahkan…

