NTT Hari Ini

Senin, 19 Oktober 2026

BPBD Sebut Haze Lewoleba Dipicu Abu Ile Lewotolok dan Kebakaran

BPBD Lembata menyebut haze di Lewoleba dipengaruhi abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok dan kebakaran lahan lokal. Pemda berkoordinasi untuk masker serta air bersih.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan masker medis sekali pakai berwarna biru di atas latar belakang putih polos.
Ilustrasi: Tumpukan masker medis sekali pakai berwarna biru di atas latar belakang putih polos. · Foto: DS stories / Pexels

Lewoleba — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata menyebut fenomena haze di Lewoleba pada Senin, 19 Oktober 2026, dipengaruhi abu vulkanik dari aktivitas Gunung Ile Lewotolok dan kebakaran lokal.

Keterangan itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Andris Koban. Ia mengatakan erupsi Gunung Ile Lewotolok masih berlangsung. Abu yang menempel pada rumah juga dinilai telah bercampur dengan debu vulkanik berdasarkan pengamatan visual.

Kebakaran lahan lokal turut menyumbang haze, meski pengaruhnya disebut tidak terlalu signifikan. BPBD kesulitan melakukan pemadaman karena kondisi kekeringan dan persediaan air yang semakin berkurang.

Pada Senin, 19 Oktober 2026, langit Lewoleba terlihat kabur seperti tertutup kabut tipis. Warna matahari tampak lebih kuning dan peningkatan suhu disebut terjadi secara signifikan. Laporan pada pukul 14.34 WITA menggambarkan kondisi langit Kota Lewoleba saat itu.

Haze Lembata perlu dibaca sebagai risiko abu dan asap lokal

Bagi warga di Pulau Flores dan Lembata, informasi ini penting karena sumber kekaburan udara tidak hanya dikaitkan dengan asap dari luar wilayah. BPBD Lembata menyebut abu vulkanik dan kebakaran lahan lokal sebagai faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut.

BPBD juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pihak lain untuk bantuan masker serta air bersih. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada keluhan yang ditemukan terkait fenomena haze. BPBD menyebut infeksi saluran pernapasan akut paling banyak disebabkan abu vulkanik.

Gunung Ile Lewotolok berada di Kabupaten Lembata. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelumnya mencatat aktivitas gunung api tersebut meningkat dan statusnya berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2025 pukul 20.00 WITA. Namun, laporan haze ini berfokus pada kondisi di Lewoleba pada 19 Oktober 2026.

Koordinasi bantuan masker dan air bersih menjadi langkah lanjutan yang disebut dalam laporan. Warga perlu mengikuti informasi BPBD dan pemerintah daerah, terutama ketika langit kembali kabur atau abu menempel di permukaan rumah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.