NTT Hari Ini

Sabtu, 17 Oktober 2026

Mengapa Peta Risiko Penting bagi Desa di Manggarai Timur

BPBD NTT mencatat 136 bencana pada Januari–April 2026. Di Desa Sisir, Manggarai Timur, lebih dari 140 keluarga menghadapi krisis air bersih dan menunggu solusi sumur bor.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Foto hitam putih yang memperlihatkan tekstur permukaan tanah kering dan retak-retak.
Ilustrasi: Foto hitam putih yang memperlihatkan tekstur permukaan tanah kering dan retak-retak. · Foto: Nikola Tomašić / Pexels

Elar — Analisis Floresa pada 16 Oktober 2026 mengangkat penguatan perlindungan desa berbasis peta risiko bencana di Manggarai Timur dan Nusa Tenggara Timur. BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat 136 kejadian bencana sepanjang 1 Januari hingga 30 April 2026, termasuk 64 kejadian cuaca ekstrem, 40 tanah longsor, dan 22 banjir. Pada 9 Oktober 2026, lebih dari 140 keluarga di Desa Sisir, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, mengalami krisis air bersih.

Krisis di Desa Sisir berlangsung setelah sumur-sumur warga mengering selama sekitar empat bulan. Warga mencari air di Nuling, masih di wilayah Desa Sisir, dengan jarak hingga tiga kilometer. Debit sumber air yang kecil membuat warga mengantre sejak dini hari. Sebagian warga juga membayar Rp10 ribu per jeriken untuk mengangkut air menggunakan sepeda motor.

Persoalan tersebut menunjukkan bahwa peta risiko perlu dibaca bersama kondisi layanan dasar di setiap desa. Dua desa dengan tingkat kerawanan yang sama belum tentu memiliki fasilitas, akses evakuasi, atau kemampuan menghadapi bencana yang setara. Perlindungan desa karena itu tidak cukup hanya dengan membandingkan tingkat bahaya antarkabupaten.

Mengapa peta risiko penting bagi desa di Manggarai Timur

Data risiko membantu pemerintah menghubungkan ancaman bencana dengan kebutuhan nyata warga. Di Desa Sisir, kebutuhan itu berupa akses air bersih dan dukungan menghadapi kemarau. Di desa lain, kebutuhan dapat berkaitan dengan jalur evakuasi, fasilitas kesehatan, atau tempat pengungsian.

Floresa menyebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan pemerintah kabupaten atau kota dapat membaca secara terpadu data Potensi Desa dari Badan Pusat Statistik, riwayat kejadian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kajian risiko, serta persebaran program Desa Tangguh Bencana dan Satuan Pendidikan Aman Bencana. Tujuannya ialah menemukan desa yang belum memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya, bukan membuat satu peringkat baru.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menyatakan akan mengupayakan pembangunan sumur bor di Desa Sisir pada tahun depan sesuai kebutuhan dan permintaan warga. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan jadwal pelaksanaan pembangunan secara lebih rinci.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.