BMKG Perbarui Gempa M5,1 di Laut Barat Laut Ruteng
BMKG memperbarui gempa di laut barat laut Ruteng menjadi M5,1 dengan kedalaman 10 kilometer. Hingga 18 Oktober pukul 05.00 WIB, tercatat 22097 gempa susulan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui parameter gempa di laut 53 kilometer barat laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, menjadi magnitudo 5,1 dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pada Minggu, 18 Oktober 2026 pukul 15.00.08 WIB dan tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa berada pada koordinat 8,17° Lintang Selatan dan 120,28° Bujur Timur. Guncangan merupakan rangkaian susulan dari gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB.
Hingga 18 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB, pemantauan BMKG mencatat 22.097 aktivitas gempa bumi susulan. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
Gempa berada di laut barat laut Ruteng dan tidak memicu tsunami
Lokasi gempa berada di wilayah laut barat laut Ruteng. Karena hasil pemodelan BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami, informasi ini terutama menjadi dasar kewaspadaan warga pesisir Flores dan pengguna layanan di kawasan Manggarai.
BMKG menyatakan akan terus memantau aktivitas gempa susulan serta menyampaikan pemutakhiran kepada pemangku kepentingan dan masyarakat. Warga perlu mengikuti informasi resmi dan tetap waspada terhadap gempa susulan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas kegempaan tetap diketahui dan informasi terbaru dapat diterima oleh masyarakat secara tepat.
Pembaruan BMKG juga menjadi rujukan dalam menjaga kewaspadaan di sekitar wilayah terdampak, terutama kawasan yang berdekatan dengan pusat gempa di laut. Dengan demikian, warga dapat menyesuaikan perhatian mereka pada informasi resmi mengenai aktivitas susulan dan potensi perubahan kondisi di wilayah Manggarai serta Flores.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
BI NTT Dorong Konektivitas Pariwisata dari Alor hingga Sumba
Bank Indonesia menyebut pariwisata Nusa Tenggara Timur berpotensi menggerakkan ekonomi. Konektivitas dan pengembangan destinasi dinilai perlu diperkua…
Terbaru di Bencana

Berita utama hari ini

Baca juga




