NTT Hari Ini

Senin, 19 Oktober 2026

Pemprov NTT Perkuat Gerakan Menanam untuk Pangan Mandiri

Pemprov Nusa Tenggara Timur memperkuat gerakan menanam di Kupang pada 16 Oktober 2026. Cabai, jahe, kunyit, dan mangga ditanam untuk mendukung pangan keluarga.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan cabai merah yang tumbuh lebat di antara dedaunan hijau.
Ilustrasi: Deretan cabai merah yang tumbuh lebat di antara dedaunan hijau. · Foto: Deepak Ramesha / Pexels

Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat gerakan menanam untuk membangun kemandirian pangan masyarakat pada Jumat, 16 Oktober 2026, dalam peringatan Hari Pangan Sedunia. Kegiatan berlangsung di pekarangan Kantor Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Nusa Tenggara Timur dan melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Penanaman mencakup cabai, jahe, kunyit, dan mangga. Cabai diarahkan untuk membantu pengendalian inflasi. Jahe dan kunyit mendukung pengembangan apotek hidup, sedangkan mangga menambah keragaman sumber pangan keluarga.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Joaz Bily Oemboe Wanda mengatakan gerakan ini mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk pekarangan rumah. Pemerintah juga menyalurkan benih kepada enam sekolah agar dimanfaatkan di pekarangan masing-masing. Edukasi itu ditujukan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan pertanian serta menyiapkan regenerasi petani.

Pekarangan menjadi sumber pangan keluarga

Bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor, program ini menunjukkan bahwa penguatan pangan dimulai dari lingkungan keluarga. Lahan terbatas tetap dapat digunakan untuk tanaman pangan dan tanaman obat. Langkah tersebut relevan bagi rumah tangga yang ingin mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah.

Gerakan menanam juga dikaitkan dengan penguatan ketahanan pangan rumah tangga dan peningkatan pemanfaatan pekarangan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Timur mendorong masyarakat menghasilkan sebagian pangan secara mandiri. Pemerintah berharap kolaborasi antarlembaga memperluas gerakan tersebut hingga ke desa-desa.

Rangkaian kegiatan Hari Pangan Sedunia juga mencakup edukasi pangan dan pengembangan pertanian. Penyaluran benih kepada enam sekolah menjadi bagian dari upaya mengenalkan pertanian sejak dini. Tidak ada rincian lanjutan yang disebutkan dalam laporan mengenai jadwal pelaksanaan setelah kegiatan 16 Oktober 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.