NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

BPJN NTT Kirim Enam Kontainer Rangka Jembatan ke Nagekeo

BPJN NTT mengirim enam kontainer rangka jembatan dari Kupang menuju Pelabuhan Aimere untuk membangun jembatan darurat di Nagekeo, menyusul banjir bandang 8 September 2025 yang merusak sedikitnya empat jembatan dan menghambat akses ke…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Nagekeo — Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur mengirim enam kontainer berisi rangka jembatan dari Kupang menuju Pelabuhan Aimere untuk mempercepat pembangunan jembatan darurat di wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Nagekeo.

Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT, Rofinus Ngilo, menyampaikan pengiriman rangka jembatan itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ruas-ruas jalan yang terputus akibat banjir bandang pada Senin, 8 September 2025, khususnya di Kecamatan Mauponggo dan sekitarnya.

Menurut laporan tersebut, enam kontainer rangka jembatan dikirim dari Kupang pada Kamis, 11 September, dengan tujuan Pelabuhan Aimere di Kabupaten Ngada sebagai titik masuk sebelum distribusi ke lokasi jembatan yang rusak di Nagekeo.

Kerusakan jembatan dan desa terdampak

Banjir bandang yang terjadi pada 8 September 2025 mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya empat jembatan di Nagekeo, termasuk dua jembatan utama Teodhae 1 dan Teodhae 2 di Desa Sawu yang dilaporkan putus total.

Putusnya jembatan dan longsor di sejumlah titik jalan membuat akses menuju beberapa desa terhambat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat desa-desa terdampak antara lain Sawu, Lokalaba, Lodaolo, Woewolo, dan Ua.

BNPB sebelumnya melaporkan bahwa banjir bandang dan longsor di Kecamatan Mauponggo menyebabkan sedikitnya 18 desa terdampak, dengan sejumlah desa sempat terisolasi karena akses jalan putus, listrik dan komunikasi terganggu.

Korban jiwa dan penanganan darurat

Data BNPB yang disampaikan melalui sejumlah laporan media menyebutkan korban banjir bandang di Nagekeo sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan empat orang hilang, dengan beberapa warga lainnya luka-luka.

BPBD Nagekeo dan tim SAR menggelar operasi pencarian korban hilang di sekitar aliran sungai dan area permukiman yang terdampak, sementara pemerintah daerah menyiapkan pos pengungsian bagi warga yang terdampak langsung banjir dan longsor.

Menurut keterangan BNPB dan Kementerian PUPR, banjir bandang juga merusak rumah warga, lahan pertanian, serta sejumlah ruas jalan yang tertutup material longsor.

Langkah BPJN NTT di lapangan

BPJN NTT mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan dan mendukung pembukaan jalur menuju desa-desa terdampak.

Menurut Rofinus Ngilo, BPJN NTT melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan Kementerian PUPR untuk mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur. Rapat teknis dan peninjauan lapangan dilakukan untuk menentukan lokasi pemasangan jembatan darurat dan prioritas perbaikan ruas jalan.

Selain rangka jembatan, BPJN menyiapkan bronjong untuk memperkuat struktur jalan dan tebing di titik longsor. Bronjong berupa anyaman kawat berisi batu digunakan untuk menahan erosi dan menjaga kestabilan badan jalan di lokasi yang tergerus banjir.

BNPB menyebut pembangunan jembatan bailey sebagai salah satu upaya pemulihan sementara untuk mengganti jembatan yang ambruk sebelum pembangunan jembatan permanen.

Arah pemulihan akses

Pemerintah pusat melalui BNPB dan Kementerian PUPR menyatakan fokus penanganan pascabanjir bandang di Nagekeo mencakup pencarian dan penyelamatan korban, normalisasi sungai, perbaikan jaringan air dan listrik, serta pemulihan akses transportasi dengan pembangunan jembatan darurat.

Pengiriman enam kontainer rangka jembatan ke Pelabuhan Aimere diharapkan mempercepat pemasangan jembatan darurat di titik-titik jembatan yang putus, sehingga konektivitas antara Kecamatan Mauponggo, Boawae, dan jalur menuju Bajawa dapat berangsur pulih.

BPJN NTT menargetkan pembukaan akses dasar ke desa-desa terdampak sebagai langkah awal, sebelum perbaikan menyeluruh terhadap jembatan dan ruas jalan yang rusak berat akibat banjir bandang.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.