NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

DPRD NTT Minta Evaluasi Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang

Sekretaris Komisi IV DPRD NTT Ana Waha Kolin meminta pemerintah mengevaluasi penerapan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Kupang — Sekretaris Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Timur, Ana Waha Kolin, meminta pemerintah mengevaluasi penerapan program Sekolah Rakyat agar tidak tumpang tindih dengan sekolah yang sudah lebih dahulu beroperasi di Kabupaten Kupang. Permintaan itu disampaikan Ana di Kupang pada Sabtu, 19 September 2026, sebelum program diperluas ke seluruh kabupaten di NTT.

Menurut laporan Pos-Kupang, Ana menyoroti pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang yang merekrut sejumlah siswa yang sebelumnya terdaftar di SMA Negeri Tilong. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang sudah berjalan.

Ana mengatakan penerapan program Sekolah Rakyat perlu diawali dengan kajian menyeluruh dan proyek percontohan sebelum diperluas ke seluruh kabupaten di NTT. Evaluasi, menurut dia, tidak hanya terkait pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga ketersediaan guru serta pembiayaan tenaga pendidik, terutama guru honorer.

Permintaan kajian menyeluruh

Ana menjelaskan bahwa program strategis nasional di bidang pendidikan perlu disesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Ia menilai kebutuhan dan persoalan pendidikan di berbagai wilayah di NTT tidak seragam sehingga kebijakan pusat tidak dapat diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan situasi di lapangan.

Ia mendorong pemerintah melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi yang benar-benar membutuhkan sekolah baru. Menurut Ana, Sekolah Rakyat semestinya diprioritaskan di wilayah yang belum memiliki sekolah atau masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Dalam laporan yang sama, Ana mempertanyakan pilihan membangun sekolah baru apabila sekolah yang telah tersedia masih dapat diperkuat. Ia menilai dukungan terhadap sekolah yang sudah beroperasi dapat menjadi alternatif agar penyelenggaraan pendidikan tidak berjalan secara tumpang tindih.

Sekolah Rakyat di Jalan Tilong Dam

Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang melalui peletakan batu pertama pada 20 Januari 2026 di Jalan Tilong Dam, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Menurut siaran resmi pemerintah provinsi, fasilitas pendidikan berasrama itu dirancang untuk menampung siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi tersebut diklaim sebagai sekolah permanen pertama di NTT. Laporan pemerintah menyebut fasilitas ini akan menggunakan sistem sekolah berasrama dengan kapasitas lebih dari seribu siswa.

Dengan adanya pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Tilong dan perekrutan siswa yang sebelumnya terdaftar di SMA Negeri Tilong, DPRD NTT melalui Ana Waha Kolin menilai pemerintah perlu memastikan perencanaan pembangunan sekolah berbasis kebutuhan di lapangan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan sekolah baru tanpa perencanaan yang matang berisiko memboroskan anggaran dan mengurangi jumlah siswa di sekolah yang sudah beroperasi.

Ana berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah menindaklanjuti masukan DPRD NTT melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang sebelum program itu diperluas ke kabupaten lain di NTT.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.