DPRD NTT Minta Evaluasi Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang
Sekretaris Komisi IV DPRD NTT Ana Waha Kolin meminta pemerintah mengevaluasi penerapan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — Sekretaris Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Timur, Ana Waha Kolin, meminta pemerintah mengevaluasi penerapan program Sekolah Rakyat agar tidak tumpang tindih dengan sekolah yang sudah lebih dahulu beroperasi di Kabupaten Kupang. Permintaan itu disampaikan Ana di Kupang pada Sabtu, 19 September 2026, sebelum program diperluas ke seluruh kabupaten di NTT.
Menurut laporan Pos-Kupang, Ana menyoroti pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang yang merekrut sejumlah siswa yang sebelumnya terdaftar di SMA Negeri Tilong. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang sudah berjalan.
Ana mengatakan penerapan program Sekolah Rakyat perlu diawali dengan kajian menyeluruh dan proyek percontohan sebelum diperluas ke seluruh kabupaten di NTT. Evaluasi, menurut dia, tidak hanya terkait pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga ketersediaan guru serta pembiayaan tenaga pendidik, terutama guru honorer.
Permintaan kajian menyeluruh
Ana menjelaskan bahwa program strategis nasional di bidang pendidikan perlu disesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Ia menilai kebutuhan dan persoalan pendidikan di berbagai wilayah di NTT tidak seragam sehingga kebijakan pusat tidak dapat diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan situasi di lapangan.
Ia mendorong pemerintah melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi yang benar-benar membutuhkan sekolah baru. Menurut Ana, Sekolah Rakyat semestinya diprioritaskan di wilayah yang belum memiliki sekolah atau masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Dalam laporan yang sama, Ana mempertanyakan pilihan membangun sekolah baru apabila sekolah yang telah tersedia masih dapat diperkuat. Ia menilai dukungan terhadap sekolah yang sudah beroperasi dapat menjadi alternatif agar penyelenggaraan pendidikan tidak berjalan secara tumpang tindih.
Sekolah Rakyat di Jalan Tilong Dam
Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang melalui peletakan batu pertama pada 20 Januari 2026 di Jalan Tilong Dam, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Menurut siaran resmi pemerintah provinsi, fasilitas pendidikan berasrama itu dirancang untuk menampung siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi tersebut diklaim sebagai sekolah permanen pertama di NTT. Laporan pemerintah menyebut fasilitas ini akan menggunakan sistem sekolah berasrama dengan kapasitas lebih dari seribu siswa.
Dengan adanya pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Tilong dan perekrutan siswa yang sebelumnya terdaftar di SMA Negeri Tilong, DPRD NTT melalui Ana Waha Kolin menilai pemerintah perlu memastikan perencanaan pembangunan sekolah berbasis kebutuhan di lapangan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan sekolah baru tanpa perencanaan yang matang berisiko memboroskan anggaran dan mengurangi jumlah siswa di sekolah yang sudah beroperasi.
Ana berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah menindaklanjuti masukan DPRD NTT melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang sebelum program itu diperluas ke kabupaten lain di NTT.
Sumber
Berita berikutnya
YSPN Kembangkan Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah di Ende
Yayasan Swatantra Pangan Nusantara mengembangkan program swasembada pangan berbasis sekolah di Detusoko Barat, Ende.
Baca juga


