487 Sekolah NTT Kembali Tatap Muka, 1.960 Masih Belajar Darurat
Kemendikdasmen mencatat 487 satuan pendidikan terdampak gempa di NTT sudah kembali belajar tatap muka di ruang kelas. Sebanyak 1.960 satuan pendidikan lain masih memakai tenda, ruang terbuka, atau kelas sementara.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat 487 satuan pendidikan terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur telah kembali belajar tatap muka di ruang kelas per 14 September 2026. Sebanyak 1.960 satuan pendidikan lainnya masih menjalankan pembelajaran darurat di tenda, ruang terbuka, atau ruang kelas sementara.
Data itu disampaikan Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen Saryadi dalam taklimat media pada Senin, 14 September 2026. Laporan tersebut merujuk pada 2.447 satuan pendidikan terdampak yang dipantau hingga 10 September 2026.
Menurut Saryadi, pembelajaran darurat dipakai agar proses belajar tetap berlangsung sambil menunggu kondisi sekolah dinyatakan aman. Dalam paparan yang dikutip media nasional, Kemendikdasmen menyebut kegiatan belajar terbatas sudah berjalan bertahap sejak akhir Agustus 2026.
Bangunan sekolah masih diperiksa
Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, tim teknis perguruan tinggi, dan tim revitalisasi kementerian masih memeriksa kondisi bangunan sekolah. Ruang kelas dengan kerusakan berat belum boleh digunakan sebelum dinyatakan aman.
Untuk sekolah yang rusaknya ringan, penggunaan kembali ruang kelas dilakukan setelah bagian yang berbahaya diperbaiki. Sebelum kembali belajar normal, sekolah juga diminta menggelar simulasi evakuasi dan membekali guru, tenaga kependidikan, serta murid dengan kesiapsiagaan bencana.
Data yang dipaparkan Kemendikdasmen menunjukkan 730 satuan pendidikan mengalami kerusakan berat. Dari 13.750 ruang kelas yang dilaporkan, 8.728 ruang kelas tercatat rusak.
Data utama: 2.447 satuan pendidikan terdampak; 487 kembali belajar normal di ruang kelas; 1.960 masih belajar darurat; 287.864 peserta didik serta 32.585 guru dan tenaga kependidikan terdampak.
Kerusakan dan dampak pada warga sekolah masih dalam proses pendataan dan verifikasi. Di sejumlah wilayah, sekolah dan masyarakat juga membangun ruang belajar sementara dari bambu, kayu, dan terpal.
Tenda dan ruang belajar sementara
Kemendikdasmen sebelumnya menyalurkan 100 tenda kelas darurat ke tujuh kabupaten di Flores, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Bantuan itu disebut bernilai Rp 5,5 miliar.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan tahap pertama untuk 672 ruang kelas sementara dengan nilai Rp 3,5 miliar. Ruang sementara itu diprioritaskan bagi jenjang PAUD, SLB, SMP, dan sebagian SMA.
Pembelajaran tatap muka terbatas telah diterapkan bertahap sejak akhir Agustus hingga awal September 2026. Peserta didik kelas 6, 9, dan 12 menjadi prioritas agar tetap bisa menuntaskan persiapan belajar mereka.
Sumber
Berita berikutnya
Himpaudi NTT Kunjungi Guru PAUD Korban Gempa Manggarai Timur
Pengurus Wilayah Himpaudi NTT mengunjungi guru PAUD terdampak gempa di Manggarai Timur dan berjanji membawa laporan kondisi serta kebutuhan mereka ke…

