Mangga kelapa Alor: asal nama, ciri buah, vitamin C, dan statusnya
Mangga kelapa Alor adalah sebutan lama untuk mangga khas Pulau Alor yang kini dikenal sebagai mangga alor. Buah ini menonjol karena ukuran besar, rasa manis, kandungan vitamin C, dan statusnya sebagai varietas unggul lokal.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Mangga kelapa Alor — adalah nama lama untuk mangga asal Pulau Alor yang kemudian dikenal sebagai mangga alor; cirinya buah bulat besar, rasanya manis, dan pada Oktober 2008 ditetapkan sebagai varietas unggul lokal. Warga Alor menyebutnya mangga kelapa karena ukuran buahnya menyerupai kelapa, sementara riset Universitas Nusa Cendana mencatat kandungan vitamin C yang tinggi.
Apa yang dimaksud mangga kelapa Alor?
Istilah ini merujuk pada mangga khas Pulau Alor yang dulu populer dengan sebutan mangga kelapa, lalu berganti nama menjadi mangga alor setelah penetapan varietas unggul lokal pada Oktober 2008. Trubus menulis bahwa masyarakat Alor menamai demikian karena ukuran buahnya besar, bahkan ada yang mencapai 800 gram per buah.
Polbangtan Gowa juga menyebut masyarakat setempat biasa mengebutnya mangga kelapa karena buahnya sebesar kelapa, lalu varietas itu dipublikasikan sebagai mangga alor pada 2009.
Mengapa buah ini dikenal luas di Alor?
Daya tarik utamanya ada pada ukuran, rasa, dan musim panennya. Trubus mencatat mangga alor umumnya mulai berbunga pada Mei–Juni dan panen pada September–Oktober.
Trubus juga menulis rata-rata produktivitas setiap musim panen mencapai 100–200 buah per pohon. Dalam laporan yang sama, harga jual yang disebut adalah Rp5.000 per buah.
Benarkah mangga kelapa Alor kaya vitamin C?
Ya. Trubus mengutip riset Universitas Nusa Cendana yang menyebut setiap 100 g daging buah mangga kelapa Pulau Alor mengandung 31,91 mg vitamin C.
Masih menurut laporan itu, 200 g atau seperempat buah mangga alor cukup untuk memenuhi kebutuhan asupan vitamin C laki-laki dan perempuan dewasa sebanyak 60 mg per hari.
Sejak kapan mangga ini jadi varietas unggul?
Trubus menuliskan bahwa pada Oktober 2008 mangga kelapa asal Pulau Seribu Moko, julukan Pulau Alor, resmi ditetapkan sebagai salah satu varietas unggul lokal. Dalam artikel yang sama, pejabat pertanian Kabupaten Alor yang dikutip mengatakan, “Sekarang namanya mangga alor bukan mangga kelapa lagi.”
Sejumlah tulisan akademik yang meninjau status hukumnya juga menyebut mangga Kelapa Alor sebagai produk unggulan Kabupaten Alor yang perlu perlindungan formal lewat pendaftaran indikasi geografis.
Apa yang perlu dicari pembaca tentang mangga kelapa Alor?
Jika pembaca mengetik istilah ini, yang biasanya dicari adalah identitas buahnya, alasan nama “kelapa”, kandungan gizinya, dan status resminya sebagai varietas lokal. Dua sumber utama yang konsisten adalah laporan Trubus dan artikel akademik yang membahas perlindungan hukumnya.
- Nama “mangga kelapa” muncul dari ukuran buah yang besar, lalu nama resminya bergeser menjadi mangga alor.
- Riset Universitas Nusa Cendana mencatat 31,91 mg vitamin C per 100 g daging buah.
- Penetapan sebagai varietas unggul lokal disebut terjadi pada Oktober 2008.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Hukum
Polres Alor Tangani Dua Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak
Kepolisian Resor Alor menangani dua perkara kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
Terbaru di Kepulauan

Baca juga





