Fernando Soares Terpilih Pimpin HKTI NTT 2026–2031
Fernando Jose Osorio Soares terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD HKTI Nusa Tenggara Timur periode 2026–2031 dalam Musda di Kupang.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Fernando Jose Osorio Soares terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Nusa Tenggara Timur periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah HKTI NTT di Hotel Harper Kupang pada Selasa, 15 September 2026.
Menurut laporan detikBali, pemilihan dilakukan melalui Musda dengan dukungan mayoritas pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI dari kabupaten dan kota di NTT.
Expo NTT menulis, Musda tersebut dihadiri pengurus HKTI dari 22 kabupaten/kota se-NTT.
Fernando yang akrab disapa Nando menyatakan HKTI NTT harus hadir ketika masyarakat, khususnya petani, menghadapi persoalan terkait hak-hak mereka.
Ia menilai organisasi tidak cukup hanya mengurus kegiatan internal dan seremonial, tetapi perlu turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan dan advokasi.
Roadshow ke 22 daerah dan fokus hak petani
Expo NTT mengutip rencana Fernando melakukan kunjungan ke seluruh kabupaten/kota di NTT untuk melihat potensi pertanian sekaligus menjaring persoalan petani.
Dalam pemberitaan Pos Kupang, Fernando menyatakan kepengurusan baru HKTI NTT akan turun langsung ke lapangan dan siap berkeliling ke 22 kabupaten/kota untuk “menjemput” masalah petani di daerah.
Haluan NTT dan RRI Kupang juga mencatat komitmen HKTI NTT periode 2026–2031 untuk hadir di tengah petani dan menjadi mata dan telinga petani di seluruh wilayah NTT.
“HKTI harus hadir langsung di tengah masyarakat dan memperjuangkan hak-hak petani,” kata Fernando, sebagaimana diberitakan detikBali.
Agenda awal: sarana produksi dan pemulihan irigasi
DetikBali menulis, agenda awal HKTI NTT di bawah kepemimpinan Fernando mencakup pengawalan akses petani terhadap pupuk, benih, dan alat pertanian.
Pos Kupang dan iNews TTU memberitakan, Fernando menyoroti pemulihan infrastruktur pertanian, termasuk jaringan irigasi yang rusak akibat gempa di Flores, sebagai salah satu fokus kerja HKTI NTT.
Dalam acara pelantikan pengurus DPD HKTI NTT di Grha Cendana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang pada Rabu, 16 September 2026, Fernando meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat perbaikan irigasi pertanian yang hancur akibat gempa Flores.
“Banyak irigasi pertanian yang hancur saat gempa Flores. Kami mohon agar pemerintah membantu memulihkan infrastruktur yang hancur,” ujar Fernando dalam pelantikan sebagaimana dikutip Pos Kupang.
Menurut iNews TTU, Fernando menyebut pemulihan infrastruktur pertanian pascagempa di Flores dan perluasan akses pasar sebagai bagian dari komitmen HKTI NTT untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Sinergi dengan pemerintah dan program nasional
DetikBali melaporkan, Fernando mendorong HKTI NTT menjadi mitra pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak petani, termasuk akses terhadap pupuk bersubsidi dan peningkatan sarana produksi.
Dalam pemberitaan iNews TTU dan Haluan NTT, pelantikan pengurus DPD HKTI NTT oleh Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono di Grha Cendana Undana menjadi momentum konsolidasi organisasi petani di NTT dan penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
RRI Kupang mencatat, HKTI NTT periode 2026–2031 menempatkan agenda turun ke daerah untuk mendengar aspirasi petani dan mengidentifikasi persoalan sebagai langkah awal penyusunan program kerja.
Fernando, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD NTT dari Partai Gerindra, menyatakan HKTI NTT akan memastikan manfaat organisasi dirasakan langsung oleh petani melalui pendampingan, fasilitasi sarana produksi, dan advokasi kebijakan.
Sumber
Berita berikutnya

Penjualan Beras Kupang Emas Tembus 128 Ton
Penjualan beras lokal Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal 60–8…

