Penjualan Beras Kupang Emas Tembus 128 Ton
Penjualan beras lokal Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal 60–80 ton.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Penjualan beras lokal berlabel Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal yang hanya berkisar 60 hingga 80 ton. Kenaikan penjualan ini disebut Direktur CV SPM Piterson Lay sebagai lonjakan sekitar 100 persen dibanding rencana awal.
Piterson menyampaikan pencapaian tersebut kepada wartawan pada Rabu, 9 September 2026, di Kupang. Menurut dia, peningkatan penjualan terjadi setelah pemerintah Kabupaten Kupang mendorong pemanfaatan beras Kupang Emas sebagai bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebutuhan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu.
Dalam pemberitaan AtlasNews.ID, Piterson menjelaskan bahwa beras Kupang Emas merupakan produk beras lokal yang dikembangkan bersama petani di Kabupaten Kupang. Ia menyebut kenaikan penjualan beras tersebut berdampak pada harga gabah di tingkat petani yang dinilai lebih stabil dan naik, meski tidak merinci besaran perubahan harga yang terjadi.
Distribusi ke SPPG
Piterson mengatakan saat ini terdapat sembilan SPPG di Kabupaten Kupang yang telah menggunakan beras Kupang Emas. Lokasi yang disebut antara lain Babau 1, Babau 2, Naibonat, Matani, Oesao, Sonraen, Oebelo, dan Takari, serta satu SPPG lain di wilayah kabupaten yang tidak dirinci namanya.
Masih dalam laporan yang sama, ia menyebut beras Kupang Emas juga telah didistribusikan ke belasan SPPG lain di wilayah perkotaan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Malaka, Alor, dan Rote. Rincian volume beras yang dikirim ke masing-masing SPPG belum disampaikan.
Data utama yang disampaikan Piterson dalam laporan itu adalah:
- Volume penjualan beras Kupang Emas beberapa bulan terakhir sekitar 128 ton.
- Target awal penjualan berkisar 60–80 ton.
- Sembilan SPPG di Kabupaten Kupang disebut telah menggunakan beras Kupang Emas.
- Distribusi juga menjangkau SPPG di wilayah perkotaan, TTS, Malaka, Alor, dan Rote.
Penjelasan mengenai kenaikan sekitar 100 persen merujuk pada pernyataan Piterson. Sumber tidak memuat cara perhitungan rinci atas persentase tersebut.
Kesiapan pasokan
Piterson menegaskan hasil panen gabah di Kabupaten Kupang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan beras Kupang Emas di dalam dan luar kabupaten hingga Maret mendatang. Ia menggambarkan ketersediaan gabah sebagai dasar kesiapan rantai pasok beras Kupang Emas untuk memenuhi permintaan SPPG.
Meski demikian, baik AtlasNews.ID maupun laporan media lain tidak memuat rincian kapasitas produksi gabah, stok beras siap jual, maupun kebutuhan beras tiap SPPG dalam periode tersebut. Informasi mengenai jadwal penggilingan, pengiriman, dan mekanisme pengadaan beras Kupang Emas untuk masing-masing SPPG juga belum dijelaskan.
Pemerintah Kabupaten Kupang sebelumnya menyatakan mendorong produk lokal seperti beras Kupang Emas dan garam Kupang Emas masuk ke rantai pasok MBG dan SPPG, sepanjang memenuhi persyaratan kualitas dan kebutuhan program. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat evaluasi layanan MBG yang diberitakan sejumlah media lokal.
Konteks peluncuran produk
Sebelum lonjakan penjualan tersebut, pemerintah Kabupaten Kupang resmi meluncurkan beras Kupang Emas sebagai produk beras lokal unggulan pada pertengahan Juli 2026. Dalam peluncuran itu, pemerintah daerah menyebut beras Kupang Emas sebagai simbol kedaulatan pangan dan bagian dari upaya memperkuat kebanggaan warga terhadap produk pertanian lokal.
Sejak saat itu, pemerintah kabupaten bersama mitra pelaksana MBG mendorong pemanfaatan beras Kupang Emas dalam layanan SPPG yang menyasar siswa sekolah di berbagai kecamatan. Peningkatan penjualan hingga 128 ton dalam beberapa bulan terakhir disebut CV SPM sebagai indikasi bahwa beras Kupang Emas mulai terserap lebih luas oleh SPPG dan pembeli institusi lain di wilayah Kupang dan sekitarnya.
Sumber
Berita berikutnya

Warga Tambolaka Minta Tim Terpadu Atasi Antrean BBM
Warga Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT, mengeluhkan antrean panjang kendaraan di SPBU Radamata, Taworara, dan jalan Waikelo.

