NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pasar PLBN Motaain Beroperasi Tiap Selasa, UMKM di Belu Terbantu

Pasar PLBN Motaain di Belu beroperasi setiap Selasa dan dinilai membantu pedagang lokal, UMKM, serta warga perbatasan Indonesia-Timor-Leste. RRI dan BNPP RI sama-sama mencatat aktivitas ekonomi di kawasan ini.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Atambua — Pasar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, beroperasi rutin setiap Selasa dan menjadi ruang jual beli bagi warga perbatasan Indonesia-Timor-Leste, menurut RRI dan BNPP RI.

Kedua sumber itu menyebut aktivitas pasar dimulai pagi hari dan berlangsung hingga siang. BNPP RI pada 2023 menulis pasar dibuka sekitar pukul 06.00 WITA dan berakhir sekurang-kurangnya pukul 14.00 WITA setiap Selasa, sementara RRI pada 16 September 2026 melaporkan pasar itu kembali ramai saat kegiatan rutin hari pasar digelar di kawasan PLBN Motaain.

RRI melaporkan pasar di PLBN Motaain dipandang membantu pedagang lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Dalam laporan itu, pedagang bernama Martha menyebut pasar memberi ruang bagi warga untuk menjual kebutuhan masyarakat sekitar dan menambah penghasilan keluarga.

RRI juga mengutip pembeli bernama Yulita yang mengatakan warga tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos tambahan untuk pergi ke Atambua ketika hendak berbelanja kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, keberadaan pasar memudahkan akses belanja warga di wilayah perbatasan.

Manfaat bagi warga perbatasan

Laporan RRI menyebut pasar ini tidak hanya didatangi warga dari Desa Silawan dan sekitarnya, tetapi juga pengunjung dari Timor-Leste. BNPP RI sebelumnya juga mencatat pasar perbatasan Motaain menjadi titik pertemuan aktivitas ekonomi warga dua negara di kawasan tapal batas.

BNPP RI menjelaskan pasar di kawasan Motaain merupakan bagian dari upaya menghidupkan aktivitas ekonomi di perbatasan dan mendukung keberadaan fasilitas PLBN sebagai simpul layanan publik. Dalam laporan itu, pasar perbatasan dikaitkan dengan kegiatan perdagangan dan akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari.

RRI menuliskan pihak pengelola PLBN Motaain, melalui George Yorison Amtiran, menyampaikan komitmen untuk menjadikan kawasan perbatasan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ia menilai penguatan ekosistem ekonomi lokal perlu terus didorong agar kesejahteraan masyarakat perbatasan meningkat.

Fungsi ekonomi dan pelayanan

Selain sebagai tempat jual beli, pasar di PLBN Motaain juga dikaitkan dengan kemudahan akses layanan di kawasan perbatasan. RRI menyebut pasar itu merupakan bagian dari pendekatan pelayanan yang membuka ruang pertumbuhan ekonomi serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Dengan lokasi di PLBN Motaain, pasar ini mengurangi jarak belanja bagi warga yang tinggal di sekitar perbatasan. Bagi pedagang, pasar memberi kesempatan menawarkan kebutuhan harian tanpa harus bergantung pada pusat perdagangan di Atambua.

Hingga laporan RRI terbit, jumlah pedagang, nilai transaksi, dan volume pembeli tidak dirinci. Komposisi barang dagangan juga disebut secara umum sebagai kebutuhan masyarakat, tanpa rincian jenis komoditas.

Meski begitu, dua laporan yang terpisah menunjukkan pasar Motaain telah menjadi bagian dari denyut ekonomi perbatasan yang berlangsung konsisten setiap Selasa. Di kawasan yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste itu, aktivitas perdagangan berjalan beriringan dengan pelayanan publik dan mobilitas warga lintas batas.

Konteks kawasan

PLBN Motaain berada di Tasifeto Timur, Belu, Nusa Tenggara Timur. Dalam laporan BNPP RI, kawasan ini berbatasan langsung dengan pos batas Timor Leste dan menjadi salah satu simpul aktivitas ekonomi perbatasan yang masih dipertahankan melalui pasar rutin mingguan.

RRI pada 16 September 2026 menempatkan pasar ini sebagai penggerak ekonomi warga, UMKM, dan akses pelayanan. Laporan itu menegaskan manfaat pasar terasa bukan hanya bagi pembeli, tetapi juga bagi pedagang lokal yang memanfaatkan momentum pasar Selasa untuk memasarkan barang dagangan mereka.

Dengan pola operasional mingguan dan keterlibatan warga dua negara, pasar PLBN Motaain tetap menjadi fasilitas ekonomi yang relevan bagi masyarakat perbatasan. Keberadaannya memperpendek jarak belanja, memperluas peluang usaha, dan menjaga arus ekonomi di kawasan tapal batas Belu.

Sumber

Berita berikutnya

Penjualan Beras Kupang Emas Tembus 128 Ton

Penjualan beras lokal Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal 60–8…

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.