Gempa Flores Tekan Pemulihan Ekonomi dan Pendataan Usaha
RRI melaporkan gempa M7,7 di Flores memengaruhi pola konsumsi dan dapat menaikkan harga barang tertentu. Sensus Ekonomi 2026 berlangsung saat wilayah terdampak bencana.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Rote — RRI melaporkan pada 1 Oktober 2026 bahwa gempa bermagnitudo M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 memengaruhi pola konsumsi masyarakat dan berpotensi menaikkan harga barang tertentu. Laporan itu menempatkan pemulihan ekonomi sebagai kebutuhan setelah usaha warga terdampak kerusakan fasilitas.
RRI menyebut sejumlah usaha harus tutup sementara atau berhenti berproduksi. Dukungan yang dibahas mencakup rehabilitasi infrastruktur dasar, bantuan modal, pengadaan kembali sarana dan prasarana usaha mikro dan kecil, serta pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha yang terdampak bencana.
Laporan tersebut juga menyoroti Sensus Ekonomi 2026. Pendataan lapangan berlangsung pada 15 Juni–31 Agustus 2026, sedangkan gempa besar Flores terjadi pada 15 Agustus 2026. Karena itu, pendataan berlangsung dalam situasi yang tidak sepenuhnya normal, terutama di wilayah terdampak.
Pemulihan ekonomi Flores membutuhkan data yang akurat
Bagi pembaca di Flores dan pulau-pulau Nusa Tenggara Timur, isu harga dan keberlanjutan usaha berkaitan langsung dengan pemulihan sehari-hari. Gangguan fasilitas usaha dapat memengaruhi produksi dan distribusi. Perubahan pola konsumsi juga dapat mendorong kenaikan harga barang tertentu, menurut laporan RRI.
RRI mengutip studi Badan Pusat Statistik tentang gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Studi itu menyatakan bencana tidak menyebabkan kemunduran ekonomi secara permanen. Namun, pemulihan memerlukan pembangunan kembali jalan, jembatan, jaringan listrik, air bersih, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, pasar, perdagangan, drainase, sanitasi, dan irigasi pertanian.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi bagian penting karena data yang akurat dan tepat waktu diperlukan untuk membaca kondisi usaha setelah bencana. Laporan RRI tidak merinci pembagian dampak menurut setiap kabupaten atau pulau lain di Nusa Tenggara Timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Pameran Pangan Lokal di Atambua Dorong Produk Pertanian Bernilai Tambah
Pameran Pangan Lokal Nusa Tenggara Timur 2026 berlangsung di Atambua, Kabupaten Belu, pada 2–3 Oktober. Sebanyak 35 UMKM menampilkan produk pangan lok…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





