NTT Hari Ini

Senin, 5 Oktober 2026

Gempa Flores Tekan Pemulihan Ekonomi dan Pendataan Usaha

RRI melaporkan gempa M7,7 di Flores memengaruhi pola konsumsi dan dapat menaikkan harga barang tertentu. Sensus Ekonomi 2026 berlangsung saat wilayah terdampak bencana.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Gorengan dalam wadah anyaman bambu di lapak jajanan pinggir jalan.
Ilustrasi: Gorengan dalam wadah anyaman bambu di lapak jajanan pinggir jalan. · Foto: Firman Marek_Brew / Pexels

Rote — RRI melaporkan pada 1 Oktober 2026 bahwa gempa bermagnitudo M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 memengaruhi pola konsumsi masyarakat dan berpotensi menaikkan harga barang tertentu. Laporan itu menempatkan pemulihan ekonomi sebagai kebutuhan setelah usaha warga terdampak kerusakan fasilitas.

RRI menyebut sejumlah usaha harus tutup sementara atau berhenti berproduksi. Dukungan yang dibahas mencakup rehabilitasi infrastruktur dasar, bantuan modal, pengadaan kembali sarana dan prasarana usaha mikro dan kecil, serta pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha yang terdampak bencana.

Laporan tersebut juga menyoroti Sensus Ekonomi 2026. Pendataan lapangan berlangsung pada 15 Juni–31 Agustus 2026, sedangkan gempa besar Flores terjadi pada 15 Agustus 2026. Karena itu, pendataan berlangsung dalam situasi yang tidak sepenuhnya normal, terutama di wilayah terdampak.

Pemulihan ekonomi Flores membutuhkan data yang akurat

Bagi pembaca di Flores dan pulau-pulau Nusa Tenggara Timur, isu harga dan keberlanjutan usaha berkaitan langsung dengan pemulihan sehari-hari. Gangguan fasilitas usaha dapat memengaruhi produksi dan distribusi. Perubahan pola konsumsi juga dapat mendorong kenaikan harga barang tertentu, menurut laporan RRI.

RRI mengutip studi Badan Pusat Statistik tentang gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Studi itu menyatakan bencana tidak menyebabkan kemunduran ekonomi secara permanen. Namun, pemulihan memerlukan pembangunan kembali jalan, jembatan, jaringan listrik, air bersih, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, pasar, perdagangan, drainase, sanitasi, dan irigasi pertanian.

Sensus Ekonomi 2026 menjadi bagian penting karena data yang akurat dan tepat waktu diperlukan untuk membaca kondisi usaha setelah bencana. Laporan RRI tidak merinci pembagian dampak menurut setiap kabupaten atau pulau lain di Nusa Tenggara Timur.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.