Suku Flores: siapa saja, bahasa apa, dan mengapa beragam
Suku Flores adalah sebutan umum bagi beberapa subkelompok asli di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki bahasa dan adat berbeda.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Suku Flores — bukan satu kelompok tunggal, melainkan sebutan umum bagi penduduk asli Pulau Flores yang terdiri dari beberapa subkelompok besar dengan bahasa dan adat berbeda. Dalam sumber yang saya temukan, Flores digambarkan sebagai percampuran etnis Melayu, Melanesia, dan Portugis, sementara subkelompok yang paling sering disebut ialah Manggarai, Riung, Ngada, Nage-Keo, Ende, Lio, Sikka, dan Lamaholot/Larantuka.
Apa yang dimaksud dengan suku Flores?
Istilah ini dipakai untuk menyebut kelompok-kelompok etnis yang mendiami Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, bukan satu suku yang seragam. Sebuah artikel jurnal menyebut masyarakat Flores heterogen dalam asal-usul, suku, bahasa, filsafat, dan pandangan hidup.
Di sumber lain, Flores dijelaskan sebagai hasil percampuran etnis Melayu, Melanesia, dan Portugis, dengan pengaruh sejarah Portugis yang masih terasa dalam budaya, agama, dan bahasa.
Suku apa saja yang biasanya disebut sebagai bagian dari Flores?
Beberapa sumber menyebut delapan subkelompok besar di Flores, yakni Manggarai, Riung, Ngada, Nage-Keo, Ende, Lio, Sikka, dan Larantuka atau Lamaholot.
Kerangka ini juga muncul dalam artikel akademik yang menyebut adanya beragam bahasa daerah di Flores, seperti Kedang, Lamaholot, Sikka, Lio, Ende, dan Manggarai.
Bahasa apa yang dipakai masyarakat Flores?
Tidak ada satu bahasa tunggal yang mewakili semua orang Flores. Sumber akademik yang ditemukan menyebut setidaknya ada bahasa daerah seperti Kedang, Lamaholot, Sikka, Lio, Ende, dan Manggarai, sementara sumber lain menegaskan bahwa tiap subkelompok memakai bahasa daerahnya sendiri di samping bahasa Indonesia.
Karena itu, pertanyaan tentang “bahasa suku Flores” lebih tepat dijawab sebagai kumpulan bahasa daerah, bukan satu bahasa adat yang sama untuk seluruh pulau.
Bagaimana hubungan Flores dengan warisan Portugis?
Sejumlah sumber menyebut pengaruh Portugis sebagai unsur penting dalam sejarah dan budaya Flores. Pengaruh itu dijelaskan lewat hubungan lama dengan Portugis, yang ikut membentuk agama, kebiasaan, dan unsur budaya setempat.
Karena itu, ketika orang membahas suku Flores, yang dimaksud bukan hanya asal etnis, tetapi juga sejarah pertemuan budaya yang panjang di pulau ini.
Kenapa istilah ini sering membingungkan?
Banyak orang memakai “suku Flores” untuk menyebut satu etnis, padahal sumber-sumber yang ada menunjukkan Flores adalah payung bagi beberapa subkelompok yang berbeda. Sejumlah rujukan juga menempatkan identitas Flores sebagai identitas regional yang mencakup banyak bahasa dan adat, bukan satu garis keturunan tunggal.
Jadi, jika yang dicari adalah identitas budaya Flores di NTT, jawaban yang paling tepat adalah: Flores terdiri dari banyak kelompok lokal yang hidup di satu pulau, dengan ciri bahasa dan adat yang beragam.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
Baju adat suku Rote: ciri, makna, dan pemakaiannya di Rote Ndao
Baju adat suku Rote paling dikenal lewat Ti’i Langga pada pria dan kain tenun ikat pada pria maupun perempuan, dengan fungsi adat yang kuat dalam pern…
Paling ramai di Flores

Baca juga




