NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Gubernur NTT Melki Lantik Lima Pejabat dan Satu Kepala UPTD SPAM

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama dan satu kepala UPTD Sistem Penyediaan Air Minum untuk periode 2026–2031 dalam sebuah upacara di Kupang pada 11 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama dan satu kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (UPTD SPAM) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT untuk periode 2026–2031.

Pelantikan berlangsung di Kupang pada Jumat, 11 September 2026, dengan agenda pelantikan, pengukuhan, dan pengambilan sumpah jabatan bagi para pejabat baru, menurut laporan Radio Republik Indonesia (RRI).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan meminta para pejabat segera menerjemahkan mandat tersebut menjadi kerja nyata.

Fokus kerja dan fiskal daerah

Menurut RRI, Emanuel Melkiades Laka Lena mengingatkan bahwa tugas pemerintahan tidak boleh berhenti pada rutinitas administrasi.

Ia menekankan pentingnya pemulihan layanan dasar, pergerakan ekonomi, perbaikan infrastruktur, serta penguatan sumber penghidupan masyarakat melalui kerja terkoordinasi seluruh perangkat daerah.

Gubernur juga menyinggung perlunya pengelolaan anggaran secara transparan dan berintegritas, termasuk dana yang terkait dengan penanganan bencana dan program pemulihan.

Di tengah keterbatasan ruang fiskal dan transfer dari pemerintah pusat, ia meminta setiap perangkat daerah memikirkan langkah peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), antara lain dengan memperluas objek pendapatan, mencegah kebocoran, dan mendorong digitalisasi proses pemungutan, sebagaimana diberitakan Top News NTT.

Data pelantikan dan pejabat yang dilantik

RRI dan Top News NTT memberitakan bahwa dalam kegiatan tersebut gubernur melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama dan satu kepala UPTD SPAM untuk masa jabatan 2026–2031.

Adapun pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah:

  • Theresia Maria Florensia sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT.
  • Stefania Tunga Boro sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT.
  • Yosef Maria Ronaldus Amapiran sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT.
  • Naftaly Stevenson Huky sebagai Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi NTT.
  • Yohanes Abrianto Kore sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi NTT.

Sementara itu, Erasmus Jogo dilantik sebagai Kepala UPTD SPAM pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT.

RRI menyebut pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur NTT Nomor 816.2.1/142/BKD.3.2 tanggal 10 September 2026, sedangkan pengangkatan Kepala UPTD SPAM tercantum dalam Keputusan Gubernur NTT Nomor 346/KEP/HK/2026.

Pesan Gubernur kepada pejabat baru

Dalam pemberitaan RRI, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menggambarkan pejabat yang diharapkan pemerintah daerah sebagai “jenderal lapangan”, yakni pemimpin yang memahami persoalan secara langsung, mampu mengambil keputusan, dan memberikan solusi yang tepat.

Ia menegaskan tidak membutuhkan pejabat yang hanya menunggu perintah, tetapi pemimpin yang bisa membaca persoalan, mengambil inisiatif, membangun kolaborasi, dan menghasilkan terobosan.

Menurut Top News NTT, Gubernur juga menekankan penggunaan data, penyederhanaan proses, penguatan koordinasi antarperangkat daerah, serta peningkatan komunikasi publik mengenai program dan hasil kerja pemerintah.

Laporan kepada pimpinan, kata dia, harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan dan bukan sekadar formalitas, sehingga kebijakan yang diambil dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Konteks pemerintahan daerah

Top News NTT menulis bahwa pelantikan ini berlangsung di tengah agenda pemerintah provinsi untuk memperkuat fiskal daerah dan mendorong pemulihan berbagai sektor, termasuk layanan dasar dan ekonomi kerakyatan.

Gubernur mengaitkan tugas pejabat baru dengan upaya pemerintah membenahi perencanaan, pengelolaan sumber daya pesisir dan kelautan, pemberdayaan desa, serta tata kelola pemerintahan di tingkat biro.

Melalui pelantikan ini, ia berharap pejabat yang baru dilantik menjadi penggerak di perangkat masing-masing untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas dan memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.