Guru dan Orangtua SDK Waelengga Bangun Kelas Darurat Pascagempa Flores
Guru dan orang tua murid SDK Waelengga di Manggarai Timur bergotong royong membangun ruang belajar darurat dari bahan sederhana setelah gempa M7,7 Flores merusak bangunan sekolah.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Guru dan orang tua murid Sekolah Dasar Katolik (SDK) Waelengga di Kabupaten Manggarai Timur bergotong royong membangun ruang belajar darurat setelah bangunan sekolah rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Upaya swadaya itu dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah kerusakan sarana pendidikan dan banyaknya gempa susulan yang masih dirasakan warga.
Belajar di ruang sementara pascagempa Flores M7,7
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tektonik berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan, dan memicu ribuan gempa susulan yang dirasakan hingga wilayah Manggarai Timur.
Menurut BMKG, dampak kerusakan terjadi di sejumlah kabupaten, termasuk Manggarai Timur, dengan tingkat kerusakan bangunan bervariasi dari ringan hingga berat. Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sedikitnya 253 satuan pendidikan terdampak di NTT dan menyiapkan tenda ruang kelas darurat sebagai respons cepat untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran.
Untuk sekolah yang bangunannya rusak, Kemendikdasmen mengarahkan penghentian pembelajaran di ruang yang tidak aman dan memindahkan kegiatan ke ruang aman atau tenda belajar sementara, sambil menunggu proses perbaikan dan rekonstruksi.
Guru dan orang tua bangun kelas darurat
Di Manggarai Timur, guru dan orang tua murid bergotong royong mendirikan ruang belajar darurat dari bahan sederhana agar anak-anak tetap bisa bersekolah di tengah situasi pascabencana. Mereka menggunakan parang, palu, dan peralatan sederhana untuk membangun bangunan sementara berbahan bambu, seng bekas, dan daun enau.
Inisiatif itu menjadi penopang awal kegiatan belajar di saat ruang kelas permanen terdampak gempa dan belum dapat digunakan secara aman. Menurut laporan media lokal, bangunan darurat tersebut disiapkan agar murid tetap memiliki tempat belajar yang terlindung dari panas dan hujan sekaligus menjaga ritme pembelajaran setelah masa tanggap darurat.
Di tingkat provinsi, pemerintah daerah dan Kemendikdasmen menyiapkan pengiriman tenda ruang kelas darurat dan paket bantuan sekolah ke Labuan Bajo untuk kemudian didistribusikan ke satuan pendidikan terdampak di berbagai kabupaten. Kebijakan ini melengkapi upaya swadaya warga di sekolah seperti SDK Waelengga yang telah terlebih dahulu membangun ruang darurat dengan bahan yang tersedia di sekitar mereka.
Dukungan pemulihan pendidikan
Kemendikdasmen menyatakan langkah lanjutan pemerintah mencakup pembersihan sekolah yang masih aman digunakan, pemanfaatan anggaran belanja tambahan untuk perbaikan sarana, serta dukungan psikososial bagi warga sekolah bekerja sama dengan organisasi profesi psikologi. Pemerintah juga menyiapkan dukungan konektivitas bagi wilayah yang terdampak gangguan listrik dan jaringan komunikasi.
Bagi murid dan guru, ruang kelas darurat menjadi solusi sementara agar pendidikan tidak terhenti di tengah proses pemulihan. Gotong royong warga sekolah dan kebijakan darurat pemerintah menjadi dua pilar utama yang menjaga agar anak-anak di Flores, termasuk di Manggarai Timur, tetap dapat belajar meskipun fasilitas pendidikan mereka rusak akibat gempa.
Sumber
- BMKG - Dinamika Gempa Flores M7,7: Sebaran dan Klaster Gempa Susulan
- Kemendikdasmen - Gerak Cepat Kemendikdasmen Tangani Dampak Gempa Flores
- Cyberspaceandtime - Guru dan Warga Bangun Kelas Darurat Pascagempa NTT
- Tribun Kupang - LIPSUS: Siswa Belajar di Atas Terpal, Gubernur NTT Minta Sediakan Tenda Belajar
Berita berikutnya
Undana dan Pemkab Sikka Perkuat Kerja Sama SDM, Kesehatan, dan Riset
Universitas Nusa Cendana Kupang dan Pemerintah Kabupaten Sikka menandatangani kerja sama pengembangan sumber daya manusia, layanan kesehatan, pendidik…
Baca juga


