NTT Hari Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026

Inventarisasi Kopi Arabika Catat 2.174 Benih di Manggarai Barat

Inventarisasi 28 Oktober 2026 mencatat 755 tanaman kopi arabika dan 2.174 benih di Kebun Dinas Roe, Manggarai Barat. Pemeriksaan juga menemukan 90 titik tanam untuk penyulaman.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Konstruksi rumah Jaring Laba-Laba, yang merupakan konstruksi rumah adat Niang Todo.
Foto arsip: Konstruksi rumah Jaring Laba-Laba, yang merupakan konstruksi rumah adat Niang Todo. · Foto: Adyagustian / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Manggarai Barat — Inventarisasi pada 28 Oktober 2026 mencatat 755 tanaman kopi arabika di Zona Pengembangan 1 dan 2.174 benih di area pembibitan Kebun Dinas Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan. Petugas memelihara tanaman serta memperbarui data populasi kopi arabika di kebun dinas tersebut.

Pemeriksaan juga menemukan 90 titik tanam yang memerlukan penyulaman di Zona Pengembangan 1. Penyulaman diperlukan untuk melengkapi populasi tanaman pada areal pengembangan. Data inventarisasi digunakan untuk memperbarui perencanaan pemeliharaan, menentukan kebutuhan bahan tanam, dan menangani titik yang masih memerlukan penyulaman.

Di area pembibitan, petugas mencatat 2.174 benih kopi arabika yang dipersiapkan untuk penanaman dan penyulaman pada musim tanam. Ketersediaan benih menjadi bagian dari keberlanjutan pengembangan perkebunan di Kebun Dinas Roe.

Data benih menopang pengembangan kopi di Manggarai Barat

Pembaruan data membantu pengelola kebun menyesuaikan kebutuhan benih dengan kondisi tanaman dan lahan. Bagi pembaca di Manggarai Barat, informasi ini menunjukkan lokasi dan kapasitas pembibitan yang sedang disiapkan pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan kopi arabika.

Kebun Dinas Roe berada di Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Lokasi ini menjadi salah satu tempat pengembangan kopi arabika yang dikelola Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rangkaian kegiatan pada 28 Oktober 2026 mencakup pemeliharaan tanaman serta inventarisasi populasi kopi arabika di lahan pengembangan dan area pembibitan. Laporan juga mencatat kebutuhan penyulaman sebagai bagian dari pemeliharaan kebun.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.