BULOG Periksa Empat Rumah Pangan Kita di Kota Kupang
BULOG dan Satgas Pangan memeriksa empat Rumah Pangan Kita di Kota Kupang untuk memastikan stok beras SPHP tersedia dan harga jual tetap di bawah harga eceran tertinggi.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Provinsi Nusa Tenggara Timur — Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur bersama Satuan Tugas Pangan memeriksa empat Rumah Pangan Kita di Kota Kupang pada Jumat, 30 Oktober 2026, untuk memantau stok dan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.
Mengapa ini penting: Pemeriksaan memastikan pembeli di empat RPK Kota Kupang memperoleh beras SPHP dengan stok tersedia dan harga Rp62.000–Rp63.000 per kemasan 5 kilogram.
Pemeriksaan menyasar RPK di Kelurahan Oebobo, Fatululi, Tuak Daun Merah, dan Naimata. Kegiatan itu melibatkan unsur Kepolisian Daerah NTT, Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT.
Menurut Koran Timor, hasil pemeriksaan menunjukkan stok beras SPHP di empat RPK tersebut masih tersedia. Setiap toko memiliki persediaan sekitar 1–2 ton.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp62.000–Rp63.000 per karung. Harga itu berada di bawah harga eceran tertinggi beras medium sebesar Rp13.100 per kilogram.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil NTT Arrahim K. Kanam mengatakan pemeriksaan merupakan bagian dari penguatan pengawasan penyaluran beras pemerintah. BULOG juga mengevaluasi jaringan mitra penyalur, termasuk RPK, agar penjualan mengikuti ketentuan.
Selain memeriksa stok dan harga, Arrahim menerima masukan dari pemilik RPK mengenai kerusakan kemasan beras SPHP. BULOG menyatakan masalah itu akan ditindaklanjuti.
Secara nasional, BULOG membentuk Satuan Tugas Khusus Penertiban Program Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk memantau jalur distribusi dan mengevaluasi kepatuhan mitra penyalur. Suara.com melaporkan satgas tersebut mulai bergerak pada Jumat, 30 Oktober 2026, dengan pemeriksaan serentak terhadap jaringan RPK di berbagai daerah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
BMKG Catat HTH Ekstrem Panjang di Sejumlah Wilayah NTT
BMKG mencatat HTH ekstrem panjang di sejumlah wilayah NTT hingga Dasarian II Oktober 2026. Curah hujan berada pada kategori rendah, nol sampai 50 mili…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





