ISPA dan Penyakit Kronis Dominasi Keluhan Penyintas Gempa Flores
Pemantauan tim kesehatan pada 1 Oktober 2026 mencatat ISPA, demam, gangguan pencernaan, dan penyakit kronis sebagai keluhan utama penyintas gempa Flores, terutama lansia.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Sejumlah lokasi pengungsian di Flores — Tim respons kesehatan melaporkan keluhan penyintas gempa didominasi infeksi saluran pernapasan akut, demam, batuk, pilek, nyeri badan, gangguan pencernaan, dan penyakit kronis pada 1 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Informasi ini menunjukkan layanan kesehatan di pengungsian perlu menangani keluhan infeksi sekaligus memantau lansia dan penyintas dengan hipertensi, diabetes, asma, serta penyakit kronis lain.
Officer Respons Darurat Kesehatan LKC Dompet Dhuafa NTT, Muhlisnah Usman, mengatakan pemantauan menunjukkan lansia sebagai kelompok yang memerlukan perhatian khusus. Keluhan yang ditemukan antara lain hipertensi, diabetes melitus, asma, dan gangguan kesehatan kronis lainnya.
Menurut laporan RRI, layanan kesehatan di pengungsian juga menangani keluhan fisik lain, termasuk dispepsia. Kondisi tersebut muncul ketika penyintas masih membutuhkan pendampingan setelah gempa.
Lansia menjadi kelompok rentan
Kelompok lanjut usia menghadapi risiko lebih besar karena sebagian memiliki penyakit bawaan dan membutuhkan pengobatan atau pemantauan rutin. Pendampingan kesehatan diperlukan untuk memantau keluhan akut sekaligus penyakit kronis selama mereka tinggal di pengungsian.
Laporan BBC News Indonesia menyebut data tim medis dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan banyak korban terdampak tidak langsung merupakan lansia dengan penyakit kronis. Kasus yang disebut mencakup diabetes, hipertensi, stroke, penyakit jantung, asma, pneumonia, gangguan paru kronis, dan sepsis.
Selain penyakit kronis, penyakit yang muncul atau memburuk selama masa pengungsian mencakup ISPA, pneumonia, diare, dehidrasi, dan infeksi. Dokter Regina Novita dari Puskesmas Pota mengatakan kasus ISPA, diare, dan penyakit kulit mulai meningkat di sejumlah lokasi pengungsian, menurut BBC News Indonesia.
Pemantauan kesehatan dan pendampingan medis menjadi bagian dari penanganan penyintas setelah gempa. Laporan RRI menyatakan lansia dengan hipertensi, diabetes, asma, dan penyakit kronis lain menjadi kelompok yang mendapat perhatian dalam layanan di pengungsian.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Golo Mori Sunset Run Digelar Setelah Ditunda akibat Gempa Flores
Golo Mori Sunset Run 2026 berlangsung pada 3 Oktober setelah ditunda akibat gempa Flores. Ajang ini memadukan lari dan promosi kawasan Golo Mori sebag…
Paling ramai di Flores

Baca juga




