KBM SMA, SMK, dan SLB di Tiga Kabupaten Flores Berangsur Pulih
Mayoritas SMA, SMK, dan SLB di Ende, Ngada, serta Nagekeo kembali menggelar pembelajaran berkala. Sekolah terdampak gempa memakai sistem shift dan ruang darurat.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Ende — Mayoritas satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo kembali menggelar kegiatan belajar mengajar secara berkala pada 28 September 2026 setelah gempa bumi melanda wilayah Flores.
Mengapa ini penting: Siswa di Ende, Ngada, dan Nagekeo tetap mengikuti pembelajaran melalui jadwal berkala, sistem shift, atau ruang darurat sesuai kondisi sekolah setelah gempa.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah V, Abdurachman H.I. Rasyid, mengatakan sekolah menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi masing-masing. Penyesuaian itu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus mengejar target kurikulum dan kesiapan evaluasi siswa.
Menurut Rasyid, sekolah yang mengalami kerusakan fisik menerapkan pembagian waktu belajar atau sistem shift. Sekolah membagi kegiatan menjadi sesi pagi dan siang untuk menyesuaikan penggunaan ruang serta mempertimbangkan keselamatan siswa dan guru.
Di Kabupaten Ende, tingkat kerusakan fasilitas pendidikan berada di kisaran 20 persen dan masuk kategori rusak ringan. Rasyid mengatakan bangunan yang terdampak masih dinyatakan aman berdasarkan kondisi konstruksinya sehingga dapat digunakan dengan penyesuaian.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada sekolah terdampak. Bantuan itu berupa tenda darurat dan perlengkapan sekolah untuk mendukung kegiatan belajar.
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V meminta sekolah terus menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi masing-masing tanpa menghentikan proses belajar mengajar.
Data pembelajaran pascagempa
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dikutip Media Indonesia menunjukkan 2.447 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur terdampak gempa. Sebanyak 1.960 satuan pendidikan masih menjalankan pembelajaran dalam kondisi darurat, sedangkan 487 satuan pendidikan telah kembali belajar normal di ruang kelas.
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut pembelajaran darurat berlangsung di tenda, ruang terbuka, atau ruang kelas darurat. Ruang kelas dengan kerusakan kategori kuning dan merah tidak boleh digunakan sebelum dinyatakan aman, sementara ruang dengan kerusakan ringan dapat dipakai setelah bagian berbahaya diperbaiki.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
Gerindra Desak Percepatan Pemulihan Gempa Flores
Fraksi Gerindra DPRD Nusa Tenggara Timur meminta pemulihan gempa Flores, layanan dasar, dan infrastruktur dipercepat dalam pembahasan Perubahan APBD 2…
Terbaru di Pendidikan

Baca juga





