Kebakaran Lahan Dekat Bandara Frans Seda Maumere Padam dalam Satu Jam
Kebakaran melanda hamparan vegetasi kering di pesisir dekat Bandara Frans Seda Maumere, Selasa siang, 8 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Maumere — Kebakaran melanda hamparan vegetasi kering di kawasan pesisir dekat Bandara Frans Seda, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa siang, 8 September 2026.
Menurut laporan Pos Kupang yang mengutip data awal kepolisian, titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.20 WITA setelah petugas Pospam KP3 menerima informasi dari petugas bandara mengenai kebakaran di area pinggir bandara.
Api membakar lahan dan kebun milik warga di sekitar pesisir bandara yang dipenuhi rumput ilalang dan daun kering. Angin kencang membuat kobaran api cepat merambat dan meluas dari satu titik ke titik lainnya.
Berdasarkan data awal di lapangan yang disampaikan kepolisian dan Damkar Sikka, luas lahan terdampak diperkirakan antara sekitar dua hingga lima hektare dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini.
Respons cepat petugas bandara, kepolisian, dan Damkar Sikka
Setelah menerima informasi dari petugas bandara, personel Pospam KP3 dan Polres Sikka bersama petugas Bandara Frans Seda bergerak menuju lokasi kebakaran. Mereka menemukan kepulan asap tebal dan kobaran api yang sudah meluas di hamparan vegetasi kering.
Pos Kupang melaporkan, sekitar pukul 13.30 WITA, personel Polres Sikka bersama petugas Bandara Frans Seda yang dipimpin Padal Ops Aman Nusa II AKP I Nyoman Karwadi tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. RRI menulis bahwa Tim Reaksi Cepat Pemadam Kebakaran (Damkar) Sikka "Beruang Merah" juga dikerahkan untuk menjinakkan api di pesisir bandara.
Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan kendaraan pemadam kebakaran milik bandara dan unit Damkar Sikka, disertai pemadaman manual untuk memutus jalur rambatan api. Menurut Kepala Seksi Damkar Sikka Lambertus yang dikutip RRI, angin kencang menjadi kendala utama karena membuat api cepat merambat.
Meski api sempat terus meluas di vegetasi kering, pemadaman dilakukan secara intensif hingga situasi dapat dikendalikan. Pos Kupang mencatat bahwa api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.45 WITA.
Lahan warga terdampak, operasional bandara tidak dilaporkan terganggu
Lahan yang terbakar diketahui merupakan kawasan lahan atau kebun milik warga yang berada di sekitar wilayah pesisir Bandara Frans Seda. RRI menambahkan, luas lahan terdampak masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Sampai berita ini diturunkan, kedua media tidak melaporkan adanya kerusakan pada fasilitas bandara maupun gangguan terhadap operasional penerbangan akibat kebakaran tersebut.
Penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Menurut laporan Pos Kupang, petugas masih perlu memastikan titik awal munculnya api untuk mengetahui secara jelas sumber maupun penyebab kebakaran. RRI juga tidak menyebutkan dugaan penyebab dalam laporannya.
Ringkasan kejadian
- Lokasi: kawasan pesisir dekat Bandara Frans Seda, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka
- Waktu titik api terlihat: sekitar pukul 13.20 WITA, Selasa 8 September 2026
- Perkiraan luas terdampak: sekitar dua hingga lima hektare lahan dan kebun warga, masih dalam pendataan
- Waktu api dipadamkan: sekitar pukul 14.45 WITA
- Korban jiwa: tidak ada laporan korban jiwa
Sumber
Berita berikutnya

Badan Geologi Turunkan Status Lewotobi Laki-Laki ke Level II Waspada
Badan Geologi menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada pada 16 September 2026 setelah aktivitas vulka…
Baca juga



