Bulog Bajawa Tuntaskan Penyaluran 86,8 Ton Beras ke Korban Gempa
Bulog Cabang Bajawa menuntaskan penyaluran 86.875 kilogram Cadangan Beras Pemerintah bagi warga terdampak gempa di Ngada dan Nagekeo pada 8 September 2026, sekaligus memastikan stok beras untuk penanganan bencana di wilayah NTT dalam…
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Bajawa — — Perum Bulog Kantor Cabang Bajawa menuntaskan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo pada Selasa, 8 September 2026.
Menurut laporan RRI Ende, Bulog Cabang Bajawa menyatakan penyaluran CBP untuk warga terdampak gempa di Ngada telah mencapai 100 persen pada tanggal tersebut, dengan total bantuan sebesar 86 ton 875 kilogram beras yang didistribusikan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Media lokal yang memberitakan kegiatan di gudang Bulog Bajawa pada hari yang sama menguraikan bahwa penyaluran dilakukan untuk dua kabupaten, Ngada dan Nagekeo, sebagai bagian dari respons pascabencana gempa Flores.
Kepala Bulog Cabang Bajawa Daenny Nicsan Obije menyampaikan bahwa penyaluran bantuan CBP tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk menjangkau masyarakat terdampak di wilayah kerja Bulog Bajawa.
Volume bantuan dan cakupan wilayah
Dalam keterangan yang dimuat RRI, total bantuan yang disalurkan Bulog Cabang Bajawa mencapai 86.875 kilogram beras CBP.
Bantuan ini diarahkan kepada warga terdampak gempa di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, sejalan dengan penugasan penyaluran cadangan beras pemerintah untuk penanggulangan bencana di Nusa Tenggara Timur.
Sebelumnya, Bulog Cabang Bajawa telah menyalurkan 221.050 kilogram beras CBP kepada masyarakat terdampak gempa di Ngada dan Nagekeo pada periode 17–26 Agustus 2026, sehingga penyaluran 86.875 kilogram pada 8 September 2026 merupakan lanjutan dari rangkaian distribusi bantuan beras bagi korban gempa di dua kabupaten tersebut.
Rangkaian penyaluran ini berlangsung di tengah kebijakan nasional penyediaan cadangan beras untuk penanganan bencana di lima kabupaten terdampak gempa di NTT, termasuk Ngada dan Nagekeo.
Stok gudang dan dukungan pangan
Dalam pemberitaan media nasional mengenai respons Bulog terhadap gempa di NTT, perusahaan menyatakan telah menyalurkan lebih dari 1,3 juta kilogram beras kepada masyarakat terdampak di tujuh kabupaten, termasuk Ngada dan Nagekeo, hingga awal September 2026.
Bulog juga menjelaskan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah untuk mendukung penanganan bencana dan program bantuan pangan di NTT berada dalam kondisi aman, dengan cadangan puluhan ribu ton yang disiapkan untuk wilayah tersebut.
Penyaluran CBP oleh Bulog Cabang Bajawa di Ngada dan Nagekeo menjadi bagian dari total penyaluran bantuan beras di NTT, yang mencakup kombinasi cadangan beras untuk bencana alam, cadangan pangan pemerintah daerah, dan program bantuan pangan beras.
Daenny Nicsan Obije menegaskan bahwa meskipun stok gudang Bulog berkurang setelah penyaluran CBP bagi korban gempa, kemampuan Bulog Cabang Bajawa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja tetap terjaga berkat penguatan pasokan ke gudang.
Koordinasi penyaluran dan masa pemulihan
Bulog Cabang Bajawa menyatakan akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan warga terdampak bencana selama masa darurat dan pemulihan pascagempa.
Daenny Nicsan Obije menekankan pentingnya koordinasi antara Bulog, pemerintah kabupaten, BPBD, dan instansi terkait agar bantuan beras CBP tersalurkan secara efektif kepada warga yang terdampak.
Penyaluran 86.875 kilogram beras pada 8 September 2026 menandai tahap penyelesaian penyaluran CBP untuk sasaran yang telah ditetapkan di Ngada dan Nagekeo, sementara pemerintah pusat dan Bulog secara nasional tetap menyiapkan cadangan beras untuk mendukung respons bencana di NTT.
Informasi rinci mengenai jumlah penerima bantuan di masing-masing desa, titik distribusi, serta alokasi per kabupaten belum diuraikan dalam laporan media yang tersedia, namun penyaluran dikonfirmasi sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan bagi warga terdampak gempa di dua kabupaten tersebut.
Sumber
Berita berikutnya

Badan Geologi Turunkan Status Lewotobi Laki-Laki ke Level II Waspada
Badan Geologi menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada pada 16 September 2026 setelah aktivitas vulka…
Baca juga


