Kemiskinan dan Perubahan Iklim Dorong Warga NTT Bekerja ke Luar Negeri
Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida menyebut kemiskinan, perubahan iklim, dan keterbatasan pendidikan mendorong warga bekerja ke luar negeri. Malaysia menjadi tujuan utama.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kupang — Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Suratmi Hamida, S.Sos., menyebut tiga alasan warga Nusa Tenggara Timur memilih bekerja ke luar negeri. Penjelasan itu disampaikan dalam podcast Pos Kupang pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Suratmi menyebut kemiskinan sebagai alasan pertama. Faktor kedua ialah perubahan iklim yang memengaruhi pola migrasi. Alasan ketiga adalah keterbatasan kesempatan kerja karena tingkat pendidikan yang masih rendah.
Menurut penjelasan tersebut, Malaysia menjadi tujuan utama. Pekerjaan yang banyak diminati meliputi pembantu rumah tangga, pekerja kebun, dan penombak sawit. Penempatan ke Malaysia disebut mencapai 90 persen, baik melalui jalur resmi maupun tidak resmi.
Mengapa migrasi kerja Nusa Tenggara Timur perlu diperhatikan
Persoalan ini penting bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor karena keputusan untuk bekerja ke luar negeri berkaitan langsung dengan pendapatan keluarga, pendidikan, dan ketahanan ekonomi daerah.
BP3MI merupakan lembaga pemerintah yang melayani dan melindungi pekerja migran Indonesia. Informasi dari BP3MI menunjukkan bahwa calon pekerja perlu memahami jalur penempatan, jenis pekerjaan, serta persyaratan sebelum berangkat. Jalur tidak resmi dapat meningkatkan risiko pekerja menghadapi masalah perlindungan.
Laporan lain dari Radio Republik Indonesia menyebut faktor pendorong yang serupa, yaitu kemiskinan, perubahan iklim, dan terbatasnya lapangan kerja di daerah. Laporan itu juga menyoroti tantangan kualitas sumber daya manusia dan dominasi pekerjaan domestik bagi pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur.
Bagi warga di kabupaten-kabupaten kepulauan, informasi resmi dari dinas tenaga kerja dan BP3MI menjadi rujukan sebelum menerima tawaran kerja. Pemeriksaan dokumen, kontrak, dan negara tujuan perlu dilakukan melalui saluran pemerintah.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Headline NTT

Gubernur NTT Minta Evaluasi Rutin Distribusi BBM
Dalam rapat virtual 13 Oktober 2026, Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta evaluasi rutin distribusi BBM, jaminan pasokan, dan harga sesuai ketetapan p…
Berita utama hari ini

Baca juga





