NTT Hari Ini

Sabtu, 26 September 2026

BP3MI NTT Ungkap 90 Persen PMI Nonprosedural Bekerja di Malaysia

BP3MI NTT menyebut sekitar 90 persen PMI asal NTT di Malaysia berstatus nonprosedural. Sejak 2023 hingga 2026, sedikitnya 911 PMI terkendala dipulangkan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Suasana pagi di Kota Kupang.
Foto arsip: Suasana pagi di Kota Kupang. · Foto: Astari28 / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Kupang — Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nusa Tenggara Timur, Suratmi Hamida, menyatakan sekitar 90 persen penempatan pekerja migran Indonesia asal Nusa Tenggara Timur di Malaysia berstatus nonprosedural. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Ruang Rapat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang, Kamis, 24 September 2026.

Data tersebut menggambarkan jalur keberangkatan yang menjadi perhatian utama perlindungan pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur. DetikBali melaporkan pola migrasi itu berlangsung secara turun-temurun sejak dekade 1930-an.

Data pemulangan menunjukkan dampak di sejumlah kabupaten

BP3MI Nusa Tenggara Timur mencatat sedikitnya 911 pekerja migran Indonesia terkendala telah dipulangkan ke Nusa Tenggara Timur sejak 2023 hingga 2026. Daerah dengan jumlah pemulangan terbesar yang disebut dalam laporan meliputi Flores Timur, Malaka, Timor Tengah Selatan, Ende, Lembata, Sikka, Belu, hingga Sumba.

Wilayah tersebut mencakup pulau dan kabupaten yang memiliki jalur migrasi berbeda. Di Timor, kabupaten yang disebut adalah Malaka, Timor Tengah Selatan, dan Belu. Di Flores dan Lembata, daerah yang disebut adalah Flores Timur, Ende, Lembata, dan Sikka. Sumba juga masuk dalam daftar wilayah dengan jumlah pemulangan besar.

Rapat di Kupang mempertemukan pemerintah daerah, BP3MI Nusa Tenggara Timur, serta Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Laporan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut pola migrasi nonprosedural telah membentuk jaringan keluarga dan tradisional.

Laporan yang tersedia tidak menyebut rincian terpisah untuk Pulau Sabu dan Kabupaten Alor. Karena itu, angka pemulangan tidak dapat dirinci untuk kedua wilayah tersebut berdasarkan laporan ini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Timor

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.