NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

MIN 1 Ende Mulai Renovasi, Belajar Tetap di Tenda Darurat

MIN 1 Ende menyiapkan renovasi gedung mulai Kamis, 17 September 2026, sebagai tindak lanjut peninjauan Kanwil Kemenag NTT. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di tenda darurat selama proses perbaikan pascagempa Flores.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Taman Nasional Ini Terdapat Arboretum atau Hutan Kecil Seluas 4,5 Ha, Didalamnya Terdapat Beberapa Hewan Endemik Kelimutu diantaranya uta onga (Bego…
Foto arsip: Taman Nasional Ini Terdapat Arboretum atau Hutan Kecil Seluas 4,5 Ha, Didalamnya Terdapat Beberapa Hewan Endemik Kelimutu diantaranya uta onga (Begonia kelimutuensis), tu. · Foto: Castio.ludji / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

EndeMadrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ende menyiapkan renovasi dan perbaikan gedung mulai Kamis, 17 September 2026, sebagai tindak lanjut peninjauan Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur. Menurut laporan Radio Republik Indonesia, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di tenda darurat yang telah disiapkan pihak madrasah selama persiapan dan pelaksanaan perbaikan.

Peninjauan fasilitas MIN 1 Ende dilakukan tim Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag NTT pada Senin, 14 September 2026. Rombongan dipimpin Kepala Bidang Pendidikan Islam Pua Monto Umbu Nay bersama Ketua Tim Kerja Kurikulum, Kesiswaan, dan GTK Madrasah, Mustamal. Keduanya menerima penjelasan mengenai kondisi madrasah dari Kepala MIN 1 Ende, Intan Surullah Sutoro, terkait kerusakan bangunan setelah gempa Flores.

Menurut penjelasan yang disampaikan kepada tim Kanwil, seluruh bangunan fisik madrasah, termasuk mushala, mengalami kerusakan ringan. Meski demikian, MIN 1 Ende tetap menyelenggarakan pembelajaran dengan memanfaatkan tenda darurat di lingkungan madrasah. Penggunaan tenda dimulai sejak akhir Agustus 2026 sebagai skema kegiatan belajar mengajar darurat pascagempa.

Renovasi dimulai, belajar tetap di tenda

RRI melaporkan, sebagai tindak lanjut hasil peninjauan, MIN 1 Ende menjadwalkan renovasi dan perbaikan gedung mulai Kamis, 17 September 2026. Selama persiapan hingga proses renovasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan di tenda darurat yang telah disiapkan madrasah. Madrasah mempersiapkan pemulihan pembelajaran secara bertahap seiring pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana.

Sebelumnya, dalam laporan terpisah, RRI menyebut MIN 1 Ende mulai memanfaatkan area terbuka dan tenda sementara untuk KBM darurat sejak Senin, 31 Agustus 2026. Langkah ini diambil setelah sejumlah fasilitas madrasah terdampak gempa dan sebagian bangunan belum dinyatakan aman untuk digunakan. Koordinator Kesiswaan MIN 1 Ende, Iksan Yahya, bersama guru dan pegawai mengatur pembagian ruang belajar serta menyiapkan media pembelajaran sederhana di area terbuka.

Penilaian teknis dan keselamatan murid

Menurut RRI, peninjauan Kanwil Kemenag NTT ke MIN 1 Ende dilakukan dalam rangka memastikan keamanan sarana prasarana serta keberlanjutan pembelajaran di tengah masa pemulihan pascagempa. Dalam kunjungan tersebut, Pua Monto Umbu Nay mengapresiasi langkah MIN 1 Ende mempertahankan layanan pendidikan meski proses pemulihan masih berjalan, serta menekankan pentingnya menindaklanjuti kondisi sarana madrasah secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

RRI juga melaporkan bahwa asesmen teknis terhadap bangunan madrasah menjadi dasar penentuan langkah perbaikan fasilitas. Penilaian ini sejalan dengan upaya pemerintah konsolidasi data kerusakan fasilitas pendidikan di kabupaten terdampak gempa Flores, termasuk Ende. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi difokuskan pada tujuh kabupaten, salah satunya Ende.

Konteks gempa Flores dan pemulihan pendidikan

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Pulau Flores menimbulkan kerusakan luas pada permukiman dan fasilitas publik di Kabupaten Ende. BPBD Ende mencatat lebih dari 11 ribu rumah dan puluhan fasilitas kesehatan rusak. Secara provinsi, pemerintah NTT menghimpun satu data dampak gempa Flores, termasuk 2.240 fasilitas pendidikan dan 535 rumah ibadah yang terdampak di tujuh kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Dalam laporan lain, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengarahkan penyediaan ruang belajar darurat yang lebih tahan untuk mengantisipasi musim hujan bagi siswa terdampak gempa di NTT, termasuk di Kabupaten Ende. Sekolah dan masyarakat juga mendirikan ruang belajar sementara dari bambu, kayu, dan terpal. Di Ende, langkah MIN 1 Ende mempertahankan proses belajar melalui tenda darurat dan menyiapkan renovasi gedung menjadi bagian dari upaya pemulihan pendidikan pascagempa di tingkat satuan pendidikan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.