NTT Hari Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026

Nusa Tenggara Timur Gempa: Mengapa Guncangan Terus Tercatat?

Gempa Nusa Tenggara Timur dipengaruhi kawasan tektonik aktif. Data BMKG pada 17 Oktober 2026 mencatat tiga kejadian kecil di sekitar Maumere, Mbay, dan Tambolaka.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat dari permukaan tanah kering yang pecah-pecah dan retak.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat dari permukaan tanah kering yang pecah-pecah dan retak. · Foto: Müca 🇩🇪 / Pexels

Gempa di Nusa Tenggara Timur terjadi karena wilayah ini berada di kawasan tektonik aktif, sehingga guncangan dapat muncul di Flores, Sumba, Timor, dan pulau-pulau sekitarnya. Data BMKG pada 17 Oktober 2026 mencatat gempa kecil di sekitar Maumere, Mbay, dan Tambolaka, sementara informasi dampak harus menunggu pemutakhiran resmi.

Mengapa NTT sering mengalami gempa?

NTT berada di kawasan yang dipengaruhi pergerakan lempeng bumi. Karena itu, gempa dapat memiliki lokasi, kedalaman, dan kekuatan berbeda di wilayah kepulauan ini.

Catatan InaTEWS BMKG menyediakan informasi gempa dan tsunami, termasuk daftar kejadian signifikan di sekitar episenter. Data tersebut digunakan untuk melihat apakah sebuah gempa memiliki riwayat kejadian merusak di radius tertentu.

Gempa apa yang tercatat di NTT?

RRI melaporkan, berdasarkan data awal BMKG, empat gempa tercatat pada 17 Oktober 2026 malam di wilayah NTT dan Nusa Tenggara Barat. Tiga di antaranya berada di NTT: magnitudo 1,5 berpusat 41 kilometer barat laut Maumere, magnitudo 1,7 berpusat 34 kilometer timur laut Mbay, dan magnitudo 1,9 berpusat 56 kilometer barat laut Tambolaka, menurut RRI, 2026.

Gempa di sekitar Maumere memiliki kedalaman 5 kilometer, gempa di sekitar Mbay 9 kilometer, dan gempa di sekitar Tambolaka 173 kilometer, menurut RRI, 2026. BMKG menyatakan informasi awal mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan dapat berubah.

Apakah setiap gempa di NTT berbahaya?

Tidak. Dampak gempa bergantung pada kekuatan, kedalaman, jarak dari permukiman, kondisi tanah, serta mutu bangunan. Data awal BMKG yang dikutip RRI pada 17 Oktober 2026 belum memuat keterangan tentang dampak maupun apakah guncangan dirasakan warga.

Gempa yang berpusat di laut juga tidak otomatis berarti tsunami. Penilaian potensi tsunami memerlukan informasi resmi BMKG mengenai parameter gempa dan ancaman gelombangnya.

Di mana memeriksa informasi yang sahih?

BMKG menyediakan kanal InaTEWS untuk informasi gempabumi dan tsunami. Halaman pemantauan BMKG memuat daftar gempa waktu nyata tujuh hari terakhir, termasuk magnitudo, wilayah, waktu, dan kedalaman.

Informasi awal dapat diperbarui setelah data sensor bertambah. Warga perlu membedakan laporan getaran, data episenter, dan keterangan dampak karena ketiganya dapat muncul pada waktu yang berbeda.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.