Nusa Tenggara Timur Gempa: Mengapa Guncangan Terus Tercatat?
Gempa Nusa Tenggara Timur dipengaruhi kawasan tektonik aktif. Data BMKG pada 17 Oktober 2026 mencatat tiga kejadian kecil di sekitar Maumere, Mbay, dan Tambolaka.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Gempa di Nusa Tenggara Timur terjadi karena wilayah ini berada di kawasan tektonik aktif, sehingga guncangan dapat muncul di Flores, Sumba, Timor, dan pulau-pulau sekitarnya. Data BMKG pada 17 Oktober 2026 mencatat gempa kecil di sekitar Maumere, Mbay, dan Tambolaka, sementara informasi dampak harus menunggu pemutakhiran resmi.
Mengapa NTT sering mengalami gempa?
NTT berada di kawasan yang dipengaruhi pergerakan lempeng bumi. Karena itu, gempa dapat memiliki lokasi, kedalaman, dan kekuatan berbeda di wilayah kepulauan ini.
Catatan InaTEWS BMKG menyediakan informasi gempa dan tsunami, termasuk daftar kejadian signifikan di sekitar episenter. Data tersebut digunakan untuk melihat apakah sebuah gempa memiliki riwayat kejadian merusak di radius tertentu.
Gempa apa yang tercatat di NTT?
RRI melaporkan, berdasarkan data awal BMKG, empat gempa tercatat pada 17 Oktober 2026 malam di wilayah NTT dan Nusa Tenggara Barat. Tiga di antaranya berada di NTT: magnitudo 1,5 berpusat 41 kilometer barat laut Maumere, magnitudo 1,7 berpusat 34 kilometer timur laut Mbay, dan magnitudo 1,9 berpusat 56 kilometer barat laut Tambolaka, menurut RRI, 2026.
Gempa di sekitar Maumere memiliki kedalaman 5 kilometer, gempa di sekitar Mbay 9 kilometer, dan gempa di sekitar Tambolaka 173 kilometer, menurut RRI, 2026. BMKG menyatakan informasi awal mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan dapat berubah.
Apakah setiap gempa di NTT berbahaya?
Tidak. Dampak gempa bergantung pada kekuatan, kedalaman, jarak dari permukiman, kondisi tanah, serta mutu bangunan. Data awal BMKG yang dikutip RRI pada 17 Oktober 2026 belum memuat keterangan tentang dampak maupun apakah guncangan dirasakan warga.
Gempa yang berpusat di laut juga tidak otomatis berarti tsunami. Penilaian potensi tsunami memerlukan informasi resmi BMKG mengenai parameter gempa dan ancaman gelombangnya.
Di mana memeriksa informasi yang sahih?
BMKG menyediakan kanal InaTEWS untuk informasi gempabumi dan tsunami. Halaman pemantauan BMKG memuat daftar gempa waktu nyata tujuh hari terakhir, termasuk magnitudo, wilayah, waktu, dan kedalaman.
Informasi awal dapat diperbarui setelah data sensor bertambah. Warga perlu membedakan laporan getaran, data episenter, dan keterangan dampak karena ketiganya dapat muncul pada waktu yang berbeda.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
DPRD NTT Minta Kualitas Udara Kabut Asap Kupang Diukur
DPRD NTT meminta pengukuran kualitas udara di Kota Kupang pada 22 Oktober 2026. Belum ada data yang mengaitkan peningkatan ISPA secara langsung dengan…
Terbaru di Bencana

Berita utama hari ini

Baca juga




