NTT Hari Ini

Kamis, 22 Oktober 2026

Udara Kabur Melanda Kupang Selama Dua Minggu

Dinas Kesehatan Kota Kupang mengingatkan warga tentang udara kabur dan asap yang berlangsung kurang lebih dua minggu. Warga luar ruangan dianjurkan memakai masker dan kacamata.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan masker medis sekali pakai berwarna biru muda yang tertata acak.
Ilustrasi: Tumpukan masker medis sekali pakai berwarna biru muda yang tertata acak. · Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels

Kupang — Dinas Kesehatan Kota Kupang mengimbau warga mewaspadai udara kabur atau asap yang melanda Kupang dan sekitarnya pada Kamis (22/10/2026). Imbauan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M. Kes.

Warga yang beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker dan kacamata. Dinas Kesehatan Kota Kupang menyebut paparan asap dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan pernapasan berat, serta iritasi mata dan kulit.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, S.Si., M.Si., mengatakan udara kabur di Kota Kupang telah berlangsung kurang lebih dua minggu. Kondisi itu disebut berkaitan dengan sebaran partikulat asap yang mencapai wilayah Kota Kupang, meski sumber spesifiknya belum dipastikan.

Asap Kupang berisiko bagi warga yang beraktivitas di luar

Kabut asap mengurangi kenyamanan dan jarak pandang. Warga yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan menghadapi paparan lebih besar. Keluhan seperti tenggorokan tidak nyaman dan batuk juga dilaporkan warga, tetapi belum menjadi bukti adanya peningkatan kasus ISPA yang secara langsung disebabkan kabut asap.

Kelompok rentan, termasuk anak-anak, lanjut usia, dan orang dengan gangguan pernapasan, perlu lebih waspada. Aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi ketika kondisi udara memburuk. Jika harus keluar, masker dan kacamata dapat membantu mengurangi paparan pada saluran pernapasan serta mata.

Warga yang mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan setelah terpapar udara berasap dianjurkan mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. Informasi cuaca dan kualitas udara juga perlu dipantau dari sumber resmi agar aktivitas dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.