PLN Peduli Resmikan Program Oesena Siaga Bencana di Kupang
PLN melalui program TJSL PLN Peduli meresmikan Program Oesena Siaga Bencana di Desa Oesena, Kabupaten Kupang, pada 16 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli meresmikan Program Oesena Siaga Bencana di Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 16 September 2026.
Program yang dikembangkan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang berfokus pada pembangunan infrastruktur mitigasi fisik dan pengadaan peralatan tanggap darurat untuk mendukung pembentukan desa tangguh bencana di Oesena.
Menurut pemberitaan POS-Kupang.com, dukungan TJSL PLN Peduli diwujudkan dalam pembangunan empat unit deker jalan dan saluran drainase sepanjang 120 meter yang diarahkan untuk mengurangi risiko tanah longsor di wilayah desa.
Selain infrastruktur fisik, PLN menyalurkan perlengkapan tanggap darurat yang ditujukan untuk mendukung evakuasi warga, termasuk kelompok disabilitas. Bantuan itu meliputi dua unit kursi roda, dua set tandu, lima megafon, lima kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan enam headlamp.
POS-Kupang.com dan SERGAP memberitakan bahwa PLN bersama warga juga memasang 20 rambu jalur evakuasi dan dua penanda titik kumpul di sejumlah lokasi strategis desa untuk memandu warga saat terjadi keadaan darurat.
Kolaborasi PLN, BPBD, dan Yayasan JPM
Laporan POS-Kupang.com menyebut peresmian Program Oesena Siaga Bencana dihadiri Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan Oesao, perwakilan TJSL PLN Unit Induk Wilayah NTT, perwakilan BPBD Kabupaten Kupang, Yayasan JPM, dan pemerintah Desa Oesena.
Dalam penjelasannya, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT F. Eko Sulistyono mengatakan program Oesena Siaga Bencana merupakan langkah proaktif PLN untuk membangun budaya sadar bencana di daerah yang dinilai rawan.
Ia menyebut dana TJSL PLN dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur strategis berupa deker dan drainase serta perlengkapan darurat yang inklusif, agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan saat menghadapi kondisi darurat.
RRI Kupang memberitakan bahwa program ini berfokus pada dua aspek utama, yakni pembangunan infrastruktur mitigasi fisik dan penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pelatihan manajemen bencana bagi tim penanggulangan desa, serta simulasi jalur evakuasi.
Dukungan untuk ketangguhan desa
Menurut pemberitaan RRI Kupang, Program Oesena Siaga Bencana dikembangkan di tengah potensi bencana geologi di wilayah Desa Oesena, dengan tujuan menekan risiko kerugian material dan jiwa.
RRI juga mengutip pernyataan perwakilan BPBD Kabupaten Kupang yang mengapresiasi keterlibatan PLN dan mitra dalam penguatan kesiapsiagaan di tingkat desa, karena BPBD melayani ratusan desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Kupang.
Di tingkat lokal, Desa Oesena sebelumnya telah tercatat sebagai salah satu lokasi terdampak Siklon Seroja. Dokumentasi Yayasan JPM dan pemerintah desa memuat kegiatan survei dampak bencana dan rencana pembangunan gorong-gorong untuk meningkatkan pengelolaan aliran air di dusun terdampak.
Dalam konteks itu, Program Oesena Siaga Bencana menjadi lanjutan upaya pengurangan risiko bencana berbasis desa dengan melibatkan pemerintah desa, BPBD, PLN, dan organisasi masyarakat.
Pelatihan dan simulasi kebencanaan
RRI Kupang memberitakan bahwa selain bantuan fisik dan peralatan evakuasi, PLN Peduli menyelenggarakan pelatihan manajemen bencana bagi Tim Penanggulangan Bencana Desa dan simulasi jalur evakuasi mandiri bagi warga.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam mengenali risiko, memberikan respons awal, dan melaksanakan evakuasi secara tertib bila terjadi bencana.
Melalui kombinasi infrastruktur drainase, deker, rambu evakuasi, perlengkapan medis, serta pelatihan, PLN dan mitra berharap masyarakat Oesena dapat memperkuat ketangguhan desa menghadapi ancaman longsor dan bencana lain.
Sumber
Berita berikutnya

Badan Geologi Turunkan Status Lewotobi Laki-Laki ke Level II Waspada
Badan Geologi menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada pada 16 September 2026 setelah aktivitas vulka…

