Pemprov NTT Jajaki Investasi Polandia untuk Pacu Hilirisasi
Pemerintah Provinsi NTT memperkuat penjajakan investasi dengan pihak Polandia untuk mendorong hilirisasi di sektor perikanan, peternakan, pariwisata, pertanian, kehutanan, dan energi baru terbarukan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat penjajakan kerja sama investasi dengan pihak Polandia melalui pertemuan lintas organisasi perangkat daerah bersama Konsul Kehormatan KBRI Warsawa dan pengusaha asal Polandia, Miroslav Wawroski, di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Minggu, 13 September 2026, untuk membahas peluang hilirisasi berbagai sektor di daerah.
Menurut siaran Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, pertemuan itu dipimpin Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan fokus pada peluang investasi strategis di sektor kelautan dan perikanan, peternakan, pariwisata dan ekonomi kreatif, pertanian dan perkebunan, kehutanan, serta energi baru terbarukan.
Pemerintah provinsi menyatakan potensi sumber daya alam NTT perlu dikemas menjadi proyek investasi yang memberi nilai tambah dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Fokus Hilirisasi di Berbagai Sektor
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam NTT harus didukung penguatan pengolahan di daerah.
Ia menyebut dorongan hilirisasi mencakup sektor perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan, kehutanan, bambu, hingga pariwisata, sehingga produk tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
Menurut Gubernur, pemerintah daerah ingin menawarkan kepada calon investor bukan sekadar daftar potensi, melainkan peluang bisnis yang terukur dengan dukungan data teknis dan rumusan bisnis dari perangkat daerah terkait.
Usulan Proyek Pengolahan
Miroslav Wawroski menyampaikan bahwa peluang investasi di NTT perlu disusun berdasarkan data yang kuat.
Setelah mengunjungi sejumlah destinasi di Kabupaten Rote Ndao, ia menilai sektor pariwisata di NTT memiliki prospek, tetapi pengembangannya perlu memperhatikan aksesibilitas, kepastian perjalanan wisatawan, dan diversifikasi atraksi.
Wawroski juga menyebut sektor perikanan, industri pakan ternak, bambu, dan kayu jati sebagai bidang yang berpotensi dikembangkan menjadi proyek investasi.
Ia menyatakan akan berupaya mengajak investor dari Polandia untuk melihat peluang di NTT, khususnya untuk pembangunan pabrik pakan ternak dan industri pengolahan ikan.
Menurut dia, kerja sama perlu dimulai dari proyek yang realistis dan dapat dikembangkan secara bertahap, agar investasi yang masuk sejalan dengan kapasitas daerah dan kebutuhan masyarakat.
Penjajakan dan Dukungan Pemprov
Siaran Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT menyebutkan lokasi pertemuan di Rumah Jabatan Gubernur NTT di Kupang dengan agenda penjajakan investasi di sektor perikanan, peternakan, pariwisata, pertanian, kehutanan, dan energi baru terbarukan, serta usulan awal proyek pabrik pakan ternak dan pengolahan ikan.
Pemerintah provinsi meminta perangkat daerah menyiapkan data teknis dan rencana bisnis yang dapat ditawarkan kepada calon investor, sehingga penjajakan investasi dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret.
Pemprov NTT menyatakan siap memberikan dukungan dan fasilitasi bagi investor yang berminat, dengan tujuan mendorong penciptaan lapangan kerja, peningkatan produksi, dan penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.
RRI melaporkan pertemuan ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menjadikan potensi NTT sebagai peluang investasi bernilai ekonomi melalui strategi hilirisasi di berbagai sektor.
Sampai pemberitaan resmi itu diterbitkan, pemerintah belum menyampaikan nilai komitmen investasi, skema pembiayaan, atau lokasi detail proyek yang akan dikembangkan bersama calon investor Polandia.
Sumber
Berita berikutnya
Gubernur NTT Melki Lantik Lima Pejabat dan Satu Kepala UPTD SPAM
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama dan satu kepala UPTD Sistem Penyediaan Air Minu…
Baca juga


