Pemulihan Gempa Flores Berpotensi Menahan Ekonomi Nusa Tenggara Timur
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Nusa Tenggara Timur tumbuh 3,9 hingga 5,9 persen pada 2026–2027. Pemulihan gempa Flores berpotensi menahan laju ekonomi.
Oleh Asyinta Sastra
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kalabahi — Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur pada 2026–2027 berada dalam kisaran 3,9 hingga 5,9 persen. Pemulihan pascagempa yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 berpotensi menahan pertumbuhan ekonomi daerah.
Gempa Flores berkekuatan M7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026. Gempa itu berpusat di utara Pulau Flores dan dapat meningkatkan tekanan inflasi di wilayah terdampak. Dampaknya perlu dibaca per pulau dan kabupaten karena kondisi pasokan, distribusi, serta kebutuhan masyarakat tidak seragam.
Di Flores dan Lembata, gangguan pemulihan berkaitan dengan kerusakan serta aktivitas ekonomi masyarakat terdampak gempa. Di Kabupaten Manggarai Timur, penanganan telah bergeser dari tanggap darurat menuju pemulihan.
Di Timor, Sumba, Sabu, Rote, dan Alor, tidak terdapat angka pertumbuhan ekonomi kabupaten atau pengukuran kebencanaan khusus untuk masing-masing pulau. Karena itu, proyeksi BI tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan kondisi setiap pulau secara terpisah.
Pemulihan Flores menentukan daya tahan ekonomi kepulauan
Proyeksi BI memberi ruang pertumbuhan, tetapi kerusakan akibat gempa dapat menekan kegiatan produktif dan jalur distribusi. Ekonomi Nusa Tenggara Timur pada triwulan II 2026 tumbuh 5,01 persen, setelah tumbuh 5,32 persen pada triwulan I 2026. Angka tersebut menjadi konteks sebelum dampak pemulihan pascagempa diperhitungkan.
Di tingkat provinsi, ekonomi Nusa Tenggara Timur pada triwulan II 2026 tetap tumbuh 5,01 persen secara tahunan. Namun, dampak Flores terutama perlu dipantau melalui pasokan, distribusi, harga, dan pemulihan usaha di kabupaten terdampak, bukan dengan menganggap seluruh wilayah kepulauan memiliki kondisi yang sama.
Tahap berikutnya di Manggarai Timur adalah melanjutkan fase pemulihan setelah masa tanggap darurat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
BI NTT Dorong Pariwisata Berbasis Budaya Lokal untuk Pertumbuhan Ekonomi
Bank Indonesia mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal di Nusa Tenggara Timur dan memproyeksikan ekonomi daerah tumbuh 3,9 hingga 5,9…
Terbaru di Flores

Baca juga





