NTT Hari Ini

Sabtu, 17 Oktober 2026

Pemulihan Gempa Flores Berpotensi Menahan Ekonomi Nusa Tenggara Timur

Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Nusa Tenggara Timur tumbuh 3,9 hingga 5,9 persen pada 2026–2027. Pemulihan gempa Flores berpotensi menahan laju ekonomi.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan besar batu bata merah dan pasir di dekat bangunan kayu tua di bawah langit cerah.
Ilustrasi: Tumpukan besar batu bata merah dan pasir di dekat bangunan kayu tua di bawah langit cerah. · Foto: Robert So / Pexels

Kalabahi — Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur pada 2026–2027 berada dalam kisaran 3,9 hingga 5,9 persen. Pemulihan pascagempa yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 berpotensi menahan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gempa Flores berkekuatan M7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026. Gempa itu berpusat di utara Pulau Flores dan dapat meningkatkan tekanan inflasi di wilayah terdampak. Dampaknya perlu dibaca per pulau dan kabupaten karena kondisi pasokan, distribusi, serta kebutuhan masyarakat tidak seragam.

Di Flores dan Lembata, gangguan pemulihan berkaitan dengan kerusakan serta aktivitas ekonomi masyarakat terdampak gempa. Di Kabupaten Manggarai Timur, penanganan telah bergeser dari tanggap darurat menuju pemulihan.

Di Timor, Sumba, Sabu, Rote, dan Alor, tidak terdapat angka pertumbuhan ekonomi kabupaten atau pengukuran kebencanaan khusus untuk masing-masing pulau. Karena itu, proyeksi BI tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan kondisi setiap pulau secara terpisah.

Pemulihan Flores menentukan daya tahan ekonomi kepulauan

Proyeksi BI memberi ruang pertumbuhan, tetapi kerusakan akibat gempa dapat menekan kegiatan produktif dan jalur distribusi. Ekonomi Nusa Tenggara Timur pada triwulan II 2026 tumbuh 5,01 persen, setelah tumbuh 5,32 persen pada triwulan I 2026. Angka tersebut menjadi konteks sebelum dampak pemulihan pascagempa diperhitungkan.

Di tingkat provinsi, ekonomi Nusa Tenggara Timur pada triwulan II 2026 tetap tumbuh 5,01 persen secara tahunan. Namun, dampak Flores terutama perlu dipantau melalui pasokan, distribusi, harga, dan pemulihan usaha di kabupaten terdampak, bukan dengan menganggap seluruh wilayah kepulauan memiliki kondisi yang sama.

Tahap berikutnya di Manggarai Timur adalah melanjutkan fase pemulihan setelah masa tanggap darurat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.