NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

PUPR Ende Kerahkan Alat Berat Bersihkan Longsor ke Arah Wolotopo

Dinas PUPR Kabupaten Ende mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan menuju Wolotopo dan sejumlah desa di wilayah selatan, Senin, 7 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Ende — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ende mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan menuju Wolotopo dan sejumlah desa di wilayah selatan, pada Senin, 7 September 2026. Langkah ini ditempuh untuk membuka kembali jalur transportasi menuju kawasan Pantai Selatan yang sempat terhambat akibat longsor pascagempa.

Menurut laporan RRI Ende, pengerahan alat berat dilakukan setelah adanya permohonan resmi dari warga, Pemerintah Desa Wolotopo, dan Gereja Paroki Santo Fransiskus Xaverius Wolotopo. Mereka meminta dukungan pemerintah daerah karena material longsor berupa tanah, bebatuan, dan pepohonan menutup badan jalan dan sulit ditangani secara manual oleh masyarakat.

Pembersihan difokuskan pada badan jalan di sekitar Desa Wolotopo menuju wilayah Pantai Selatan, agar mobilitas warga, kegiatan ekonomi, dan aktivitas keagamaan dapat kembali berjalan. Sebelumnya, warga dan umat di Wolotopo melakukan gotong royong membersihkan material secara swadaya, tetapi upaya tersebut belum mengatasi seluruh titik yang tertimbun.

Respons Pemerintah Daerah

Dalam keterangan kepada RRI, Kepala Desa Wolotopo Kosmas Leda Se menyampaikan apresiasi atas respons Pemerintah Kabupaten Ende yang mengerahkan alat berat ke lokasi. Ia menegaskan bahwa dukungan peralatan berat sangat dibutuhkan untuk mempercepat evakuasi material longsor dan membuka kembali akses jalan bagi masyarakat.

Kosmas menyebut pemerintah desa telah berkoordinasi dengan kecamatan dan instansi terkait sebelum pengerahan alat berat dilakukan. Koordinasi tersebut menyusul kejadian longsor di beberapa titik jalur selatan Wolotopo, termasuk di dekat kawasan wisata Tangga Alam pada Minggu, 6 September 2026. Di titik itu, material longsor menutup sebagian besar badan jalan dan membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Menurut laporan media lokal Warisan Budaya Nusantara, pembersihan jalur di sekitar Wolowona–Wolotopo mulai diupayakan sejak Minggu siang, dengan prioritas agar arus transportasi dapat kembali normal. Kepolisian setempat mengimbau pengguna jalan yang melintasi rute tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Kondisi Akses dan Dampak ke Warga

RRI Ende mencatat bahwa sebelum alat berat dikerahkan, akses menuju sejumlah desa di wilayah selatan Wolotopo belum dapat dilewati kendaraan karena material menutup badan jalan. Kondisi itu menyebabkan aktivitas dan mobilitas warga di wilayah terdampak mengalami hambatan.

Material longsor di ruas jalan Wolotopo berkaitan dengan rangkaian guncangan gempa yang sebelumnya dirasakan warga. Warga dan umat setempat menyebut penanganan akses jalan menjadi hal mendesak, karena jalan yang sering tertutup material mengganggu kegiatan harian serta persiapan pelayanan Sakramen Krisma di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Wolotopo yang dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026.

Dalam laporan-laporan yang ada, pemerintah daerah dan instansi teknis memprioritaskan pembersihan material longsor pada badan jalan agar akses masyarakat segera pulih. Namun, hingga berita ini disusun, sumber-sumber tersebut belum memuat keterangan rinci mengenai volume material, panjang ruas yang terdampak, maupun status akhir pekerjaan pembersihan.

Imbauan Kehati-hatian

Polres Ende melalui jajaran kepolisian di wilayah Ndona mengingatkan pengguna jalan di rute Wolowona–Wolotopo untuk tetap waspada saat melintas di dekat tebing dan titik rawan. Imbauan ini disampaikan menyusul besarnya material longsor dan potensi kejadian susulan di jalur selatan Wolotopo.

Pemerintah desa dan tokoh gereja di Wolotopo berharap dukungan pemerintah daerah terhadap penanganan akses jalan terus diberikan setiap kali terjadi bencana alam yang mengganggu mobilitas warga. Mereka menilai ketersediaan informasi lapangan dari aparat dan instansi teknis penting bagi masyarakat yang hendak melintas, terutama selama proses pembersihan masih berlangsung.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.