Sekda NTT Minta Praktik Land4Lives di TTS Terus Dilanjutkan
Sekda NTT Fransiskus Sales Sodo mengapresiasi capaian proyek Land4Lives di Timor Tengah Selatan dan meminta pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi meneruskan praktik pengelolaan lahan dan pertanian cerdas iklim setelah proyek yang…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Fransiskus Sales Sodo mengapresiasi capaian proyek Land4Lives di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan meminta pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi meneruskan praktik yang sudah berjalan setelah proyek berakhir.
Permintaan itu disampaikan dalam kegiatan penutupan dan dialog keberlanjutan Land4Lives di Kupang pada Kamis, 17 September 2026.
Menurut Fransiskus, kerja sama World Agroforestry (ICRAF) dengan pemerintah daerah selama lima tahun telah menghasilkan pendampingan bagi petani, kelompok perempuan, dan pemerintah desa serta kabupaten dalam pengelolaan bentang lahan yang lebih baik, ketahanan pangan, dan pengarusutamaan kesetaraan gender.
Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah menjaga keberlanjutan praktik tersebut setelah fase proyek selesai.
Capaian Land4Lives di TTS
Land4Lives, atau Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia, adalah proyek lima tahun yang didanai Global Affairs Canada dan dilaksanakan ICRAF Indonesia di tiga provinsi: Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.
Di NTT, kegiatan berfokus di Kabupaten Timor Tengah Selatan pada dua bentang lahan di daerah aliran sungai (DAS) Benain dan Noelmina.
Menurut penjelasan pejabat daerah dan pendamping program, Land4Lives pada awalnya menyasar 12 desa sebagai desa percontohan di TTS, kemudian berkembang menjadi pendampingan di 36 desa melalui kemitraan dengan organisasi masyarakat sipil lokal.
Desa-desa percontohan tersebut dijadikan lokus penerapan praktik pertanian cerdas iklim dan pengelolaan lahan tanpa bakar, yang kemudian direplikasi ke desa lain.
Dalam dialog penutupan di Kupang, laporan capaian Land4Lives di NTT diserahkan secara resmi kepada pemerintah provinsi melalui Sekda NTT.
Laporan itu memuat antara lain luasan bentang lahan di TTS yang dikelola dengan pendekatan lebih berkelanjutan dan responsif gender, serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas petani dan kelompok perempuan.
Selain penyerahan laporan, panitia juga memberikan penghargaan kepada organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi dan kabupaten, mitra pembangunan, serta petani pelopor yang aktif mendukung implementasi Land4Lives di TTS.
Integrasi ke Perencanaan Daerah
Pemerintah NTT dan ICRAF memasukkan pembelajaran Land4Lives ke dalam dokumen perencanaan dan kebijakan pembangunan daerah.
ICRAF menempatkan Land4Lives sebagai bagian dari dukungan terhadap inisiatif pertumbuhan ekonomi hijau di NTT, antara lain melalui penyusunan Masterplan Ekonomi Hijau atau Green Growth Plan (GGP) dan penguatan integrasi isu ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kesetaraan gender dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Strategi keberlanjutan proyek disusun sejak awal, dengan menekankan pentingnya penguatan tata kelola bentang lahan, pengembangan praktik pertanian dan pangan yang tanggap iklim, serta pelibatan aktif perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa dan kabupaten.
Direktur ICRAF Indonesia dan Koordinator Proyek Land4Lives Andree Ekadinata dalam berbagai kesempatan menjelaskan bahwa salah satu pendekatan keberlanjutan adalah memasukkan hasil pembelajaran dan model pendampingan ke dalam sistem perencanaan daerah dan kebijakan sektoral.
Kemitraan Indonesia–Kanada
Land4Lives merupakan bagian dari kemitraan pembangunan antara Kanada dan Indonesia di bidang perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesetaraan gender.
Proyek ini didanai oleh Global Affairs Canada dengan nilai sekitar 16,8 juta dolar Kanada dan dirancang sebagai riset aksi selama lima tahun sejak 2021.
Menurut pernyataan perwakilan Global Affairs Canada, Land4Lives ditujukan untuk mendukung tata kelola bentang lahan yang lebih baik, mengurangi deforestasi, memperbaiki kondisi lahan, serta memperkuat penghidupan dan ketahanan iklim kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak perempuan.
Di tingkat nasional, Land4Lives mendukung upaya Kementerian PPN/Bappenas dalam penguatan ketahanan pangan, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta pengarusutamaan gender dalam kebijakan dan peraturan yang dihasilkan pemerintah daerah.
Di NTT, proyek ini dilaksanakan melalui kerja sama ICRAF dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, serta mitra lokal di tingkat desa dan kecamatan.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Belu Tegaskan Pentingnya Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Bupati Belu Willybrodus Lay menegaskan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja dan keluarga mereka.
Baca juga


