NTT Hari Ini

Kamis, 22 Oktober 2026

Gubernur NTT Minta Pengamanan Diperkuat hingga Daerah

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menerima kunjungan perdana Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto di Kupang pada 21 Oktober 2026. Pengamanan diminta diperkuat hingga daerah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lampu rotator biru di atap mobil patroli putih dengan latar belakang gedung dan pepohonan saat senja.
Ilustrasi: Lampu rotator biru di atap mobil patroli putih dengan latar belakang gedung dan pepohonan saat senja. · Foto: Connor Scott McManus / Pexels

Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi perdana Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto di ruang kerja Gubernur pada Rabu, 21 Oktober 2026. Pertemuan itu menjadi kunjungan perdana Reza Arief Dewanto ke Kantor Gubernur NTT sejak resmi menjabat sebagai Kapolda.

Reza hadir bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal dan pejabat utama Polda NTT. Ia menyampaikan kesiapan kepolisian untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Menurut Kapolda, situasi aman diperlukan agar aktivitas masyarakat dan agenda pembangunan berjalan lancar.

Melki menyambut baik kedatangan jajaran Polda NTT. Ia meminta hubungan kerja antarlembaga semakin solid dan pengamanan daerah dioptimalkan. Penguatan itu tidak hanya dilakukan pada tingkat provinsi, tetapi juga hingga kabupaten, kecamatan, dan kawasan permukiman.

Keamanan daerah menentukan kelancaran layanan dan pembangunan

Bagi warga di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor, koordinasi pemerintah daerah dan kepolisian berkaitan langsung dengan rasa aman dalam aktivitas sehari-hari. Melki menilai pelayanan keamanan yang merata dapat membantu memastikan respons cepat terhadap laporan warga dan mencegah gangguan sejak awal.

Gubernur juga meminta peran jajaran Kepolisian Resor (Polres) dan Kepolisian Sektor (Polsek) terus ditingkatkan. Pendekatan keamanan yang dibahas mencakup pencegahan dan deteksi dini, bukan hanya penindakan setelah persoalan muncul. Dalam audiensi itu, pencegahan paham radikalisme juga disebut sebagai salah satu isu strategis.

Langkah pencegahan diarahkan melalui edukasi, sosialisasi, serta dialog dengan tokoh agama, tokoh adat, keluarga, dan lembaga pendidikan. RRI melaporkan audiensi tersebut diharapkan memperkuat stabilitas daerah sebagai modal pembangunan NTT ke depan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Headline NTT

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.